Ini Kepala Rutan Medaeng Yang Baru

oleh -
Kepala Rutan Medaeng klas I Surabaya, Teguh Pamuji usai serah terima jabatan dari pimpinan lama, Bambang Haryanto.
Kepala Rutan Medaeng klas I Surabaya, Teguh Pamuji usai serah terima jabatan dari pimpinan lama, Bambang Haryanto.

SIDOARJO-Kepala Rumah Tahanan klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo yang baru, Teguh Pamuji butuh satu hingga dua bulan kedepan untuk mempelajari kondisi didalam rutan. Namun untuk rencana awal, narapidana kalangan anak menjadi prioritas utama saat bertugas di Surabaya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Rutan Medaeng klas I Surabaya, Teguh Pamuji usai serah terima jabatan dari pimpinan lama, Bambang Haryanto.

“Saya belum tahu persis keadaan didalam seperti apa. Yang jelas, dalam waktu satu atau dua bulan kedepan biarkan saya melihat lebih langsung keadaan didalam. Mana yang harus diperbaiki, mana yang harus dikurangi, dan mana juga yang perlu ditambah,” ujar Teguh Pamuji, Rabu, (29/8/2018).

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ka rutan Kalimantan Timur tersebut mengakui, menjabat sebagai kepala rutan di Medaeng, merupakan tugas yang berat. Disatu sisi banyak program yang sudah dilakukan pimpinan yang lama, dan sudah diakui secara nasional.

“Ya, kalau bisa saya akan melebihi beliau. Kalaupun tidak, saya harus bisa melanjutkan program-program yang sudah dicanangkan beliau. Terutama memperbaiki system’ yang ada di rutan,” jelasnya.

Meski begitu, ada beberapa program yang akan menjadi prioritas baginya untuk melakukan pembenahan. Terutama penempatan narapidana kalangan anak. Sejatinya, narapidana kalangan anak harus ditempatkan di tempat yang berjauhan dari narapidana dewasa. Hal itu sangat berpengaruh pada tingkat perilaku mereka kedepannya.

“Untuk lapas anak-anak seharusnya bukan disini tempatnya. Mereka harus ditempatkan di lapas khusus anak agar lebih tertata. Perlakuan anak ini biasanya melebihi yang dewasa. Namun, untuk prosesnya juga butuh waktu, melihat kondisi dan ruang yang ada,” tegasnya.

Berbeda dengan over kapasitas yang ada di dalam rutan. Menurutnya, hampir di seluruh Lapas maupun rutan terjadi over kapasitas. Meski pemerintah menyediakan tempat yang baru, namun, hal itu bukan jaminan akan mengurangi tingkat kriminalitas.

“Yang ada justru bakal bertambah. Memang tempat yang baru merupakan solusi, tapi bisa jadi napi juga bertambah. Sementara ini kita efektifkan untuk dilayar atau dipindah dari lapas satu ke lapas yang lain,” tandasnya.

Sementara, Bambang Haryanto yang saat ini menjabat sebagai Kepala rutan Bojonegoro menambahkan, memang butuh waktu bagi pimpinan yang baru untuk mengetahui secara langsung kondisi yang ada didalam rutan Medaeng. Selama ini, pihaknya sudah memindahkan 14 anak buahnya ke kantor wilayah Kemenkumham Jawa Timur, lantaran berkaitan dengan kedisiplinan petugas.

“Banyak hal, terutama tentang kedisiplinan, mengabaikan perintah dan lain-lain. Bahkan ada yang menjalin kedekatan dengan penghuni,” terangnya.

Harapannya, dengan keberadaan pimpinan yang baru di rutan Medaeng bisa menjadikan rutan klas I Surabaya menjadi lebih baik lagi. @VIN