Ini Alasan Relawan Ra Mamak Tak Ikut ‘Berpolitik’ di Pilkada Sumenep

oleh -

SUMENEP: Relawan Ra Mamak atau Relawan K. Muhammad Salahuddin A. Warits tidak ikut ‘berpolitik’ di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2020. Langkah tersebut diambil setelah para relawan dan loyalis Ra Mamak melakukan analisis visi misi dua kandidat pasangan calon.

“Setelah kami menelaah, mendiskusikan dan mengkaji, baik narasi, tema dan pergerakan politik para kandidat Pilkada Sumenep 2020 serta gagasan mereka tentang pola orientasi dan masa depan kota santri ini, maka kami berpendapat bahwa belum satupun yang mungkin dan dapat menjadi sandaran serta reperesentasi dari sebuah cita-cita besar kami,” kata Ketua Relawan dan Loyalis Ra Mamak, K. Fathul Barri. Rabu, 30 September 2020.

Dia menilai, pagelaran Pilkada di Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 ini kurang sehat. Itu setelah banyaknya temuan hasil kajian Relawan Ra Mamak yang sejauh ini dijalankannoleh politik para elit. Sehingga sudah jauh dari etika politik kesantrian yang merupakan bagian dari Relawan dan Loyalis Ra Mamak.

“Kami menangkap ada indikasi mistifikasi dan manipulatif mobility. Sehingga formula ini bagi kami terlalu masuk kedalam ruang privasi individu masyarakat, yaitu dengan mengolah emosi paling sensitif dan hendak menempelkan kepentingan politik kekuasaan kedalam nalar religius,” jelasnya.

Hal-hal demikian, lanjut K. Fathul tentu akan mencederai dunia politik dan demokrasi masyarakat Sumenep yang seharusnya rasional dan transendental. Bahkan menurutnya, ada kedzaliman politik demi kepentingan pribadi dan kelompok-kelompok tertentu.

“Kami yang menjadi bagian dari masyarakat Sumenep, juga tidak terlepas dari upaya-upaya penggiringan opini, provokasi, intrik bahkan intimedasi dari banyak kepentingan politik pragmatis kelompok tertentu agart unduk dan patuh kepada mereka,” terangnya.

Oleh karena itu, Relawan dan Loyalis Ra Mamak memilih tidak ikut masuk dalam radar perpolitikan di Sumenep. Relawan dan Loyalis Ra Mamak ini juga memilih vakum dalam pagelaran Pilkada yang jatuh pada tanggal 9 Desember mendatang.

“Semisal kalau ada bagian kami (Relawan dan Loyalis Ra Mamam) yang aktif dalam salah satu Paslon, mereka sudah bukan atas nama relawan lagi tapi sudah personal,” jelasnya.

Relawan dan Loyalis Ra Mamak juga menyatakan sikap bahwa tidak akan melibatkan diri secara aktif dalam proses Pilkada Sumenep, akan tetap menggunakan hak konstitusional untuk memilih calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep 2020 yang pilihannya akan ditetapkan kemudian hari berdasarkan musyawarah mufakat, akan lebih konsentrasi membantu gerakan politik sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh Sataretan Long-Tolongan.

“Kemudian juga menghimbau kepada masyarakat Sumenep agar tetap tenang dan rukun dalam menyongsong politik elektoral Sumenep 2020, dan mengajak kepada semua lapisan relawan, loyalis dan simpatisan Ra Mamak untuk menjalani Pilkada ini secara cerdas dan santun,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan diikuti dua kandidat pasangan calon. Pasangan dengan nomer urut 1 yakni pasangan Achmad Fauzi dan Nyai Dewi Khalifah, kemudian di nomer urut 2 ada pasangan Fattah Jasin dan K. Muhammad Ali Fikri. Dua pasangan ini akan merebut hati masyarakat Sumenep pada 9 Desember mendatang. NOE