Indonesia Berencana Gaet Artis Bollywood untuk Tarik Wisatawan India

oleh -

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bermain layangan serta menyaksikan pameran layang-layang Indonesia-India Kite Exhibition di lapangan Monas, kemarin.

Acara ini merupakan rangkaian penyambutan kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia dalam rangka meningkatkan persahabatan sekaligus memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mendampingi Presiden Jokowi seusai menyaksikan Indonesia-India Kite Exhibition mengatakan, dua kepala negara yang bermain layangan di Silang Monas akan memberikan dampak yang mendorong minat wisatawan India berkunjung ke Indonesia.

”Dua kepala negara ini menjadi endorser yang dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara. Tahun ini kita menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari India sebanyak 700 ribu atau meningkat 30% dari jumlah kunjungan wisman India ke Indonesia tahun 2017 lalu sebanyak 485.000 wisman,” kata Menpar Arief Yahya melalui siaran pers.

Menpar mengatakan masih banyak tantangan untuk meningkatkan kunjungan wisman India, utamanya aksesibilitas atau konektivitas penerbangan langsung dari kota-kota di India yang menjadi sumber wisman ke destinasi di Indonesia. “Saat ini baru ada direct flight Garuda Indonesia dari Mumbai ke Denpasar. Awal Mei saya ke India, mereka minta direct flight ke New Delhi,” katanya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisman India, Menpar memiliki keinginan mendatangkan artis India. “Ada tawaran ke kita untuk menyelenggarakan India Internasional Film Festival, namun membutuhkan sponsor besar dari para pebisnis. Artis merupakan endosers kuat. Kita ingin mendatangkan artis India ke Bali,” kata Menpar.

Menpar menjelaskan masih banyak kendala yang dihadapi dalam mendatangkan wisman India khusus untuk destinasi di luar Bali, karena masing-masing destinasi tersebut harus ikonik. Misalnya, destinasi Yogyakarta memiliki Candi Prambanan sebagai ikonnya.

Selain itu makanan atau kuliner harus menyesuikan kebutuhan wisman India yang sebagian besar vegetarian atau vegan. “Wisman India 20% adalah vegetarian, itu pun banyak kelasnya. Bagusnya, Garuda Indonesia sudah menyiapkan makanan khusus tersebut,” puji Menpar.

Usai bermain layangan, Presiden Jokowi bersama PM India Narendra Modi menyempatkan melihat pameran layang-layang yang menampilkan berbagai gambar berkarakter. Ada layang-layang bergambar Mahabharata sebagai karakter khas India dan layangan bergambar wayang menjadi khas Indonesia.

Layang-layang menjadi salah satu permainan yang populer di India karena hampir setiap daerah di India mempunyai layang-layang yang khas.

Setelah itu Presiden Jokowi dan PM Modi kemudian meninggalkan Monas dengan mengendarai golf cart menuju Patung Arjuna Wijaya atau yang dikenal dengan nama Patung Kuda yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya bertemu langsung dengan pembuat patung I Nyoman Nuarta. Presiden Jokowi dan PM Modi tampak berbincang singkat dengan I Nyoman Nuarta sebelum mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Rabu, 30 Mei 2018. Keduanya tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 13.25 WIB. Setibanya di Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi dan PM Modi menandatangani buku tamu dan melihat maket Masjid Istiqlal.

Keduanya kemudian naik ke lantai satu untuk melihat bedug raksasa. Perdana Menteri India ke-14 ini kemudian memukul bedug dan kentongan raksasa tersebut. Setelah berkeliling melihat-lihat masjid, keduanya berfoto dengan latar belakang kubah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Presiden menunjukkan kepada PM Modi bahwa letak dua bangunan tersebut yang berdekatan merupakan simbol kerukunan hidup beragama di Indonesia yang bisa terjaga dengan baik.

9 Kesepakatan Indonesia-India

Kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan. Tercatat sebanyak 9 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian diumumkan selepas pertemuan bilateral.

Sebagaimana yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama, salah satu dari sejumlah kesepakatan itu ialah mengenai pembaruan kerja sama di bidang pertahanan pertahanan dan produksi bersama sejumlah industri strategis.

Selain itu, kesepakatan lainnya yang berhasil dicapai ialah mengenai kerangka persetujuan kerja sama eksplorasi dan penggunaan antariksa untuk tujuan damai. Dokumen kerangka persetujuan itu ditandatangani oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI dan Kepala ISRO India. Berikut keseluruhan kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan;

2. Kerangka Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai Kerja Sama Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai;

3. Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis di Sektor Perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perkerataapian India;

4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah RI dengan India tentang Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

5. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara RI dan Lal Bahadur Shastri National Academy of Administration India mengenai Kerja Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara;

6. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri India mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi antara Lembaga Kajian;

7. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat, Bahan Baku Obat, Produk Biologi, dan Kosmetik;

8. Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antar Provinsi Bali dan Uttarakhand;

9. Memorandum Saling Pengertian Bidang Kesehatan.

Editor: Ahmad Saefullah