Ikut Kampanye Pilkada, Anggota DPRD Sumenep Dihimbau Cuti

oleh -

SUMENEP: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meminta agar anggota DPRD yang akan mengikuti kampanye pasangan calon (Paslon) pemilihan bupati dan wakil bupati 2020 untuk cuti.

“Jadi kami meminta supaya anggota DPRD yang akan mengikuti kampanye atau yang sudah menjadi tim salah satu pasangan calon untuk cuti sementara waktu,” kata Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir. Selasa, 13 Oktober 2020.

Pengajuan cuti tersebut dilakukan bukan secara personal. Namun nantinya fraksi-fraksi yang akan mengajukan kepada pimpinan bahwa anggotanya akan mengikuti kampanye paslon Pilkada.

“Jadi permohonan cuti ini bukan personal, melainkan harus dari fraksi dilengkapi dengan personal nama orang. Fraksi bersurat kepada pimpinan. Nama-nama personalnya dikirim juga. Nah kami pimpinan DPRD kemudian mengirimkan tembusan ke KPU dan Bawaslu,” jelasnya.

Himbauan untuk cuti bagi para anggota DPRD itu apabila mereka akan mengikuti kampanye berupa menjadi nara sumber ataupun masuk dalam kegiatan-kegiatan kampanye paslon Pilkada. Apabila sudah seperti itu maka diharuskan mengajukan cuti.

“Cutinya itu bermacam-macam, tapi biasanya cuma satu hari saja. Barusan saya menandatangi dari salah satu fraksi yang mengajukan cuti. Jadi itu mengajukan anggoyanya untuk cuti satu hari,” terangnya.

Pimpinan DPRD kata Hamid juga memiliki keharusan yang sama. Semisal akan mengikuti kampanye, maka harus mengajukan cuti juga. Termasuk akan bersuratan ke KPU dan Bawaslu ihwal cutinya itu.

Apabila ada anggota DPRD Sumenep yang mengikuti kampanye pasangan calon Pilkada tanpa pemberitahuan, maka itu bisa masuk pada pelanggaran di Bawaslu.

“Karena di khawatirkan selama kampanye itu memakai fasilitas negara. Semisal anggota DPRD Sumenep ikut kampanye tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, maka pimpinan DPRD Sumenep memasrahkan ke Bawaslu,” tandasnya. NOE