Iklan Caleg Cerdas, Otak Jangkrik Dan Dugem

oleh -

SURABAYA – Kritik kinerja para penjabat negara dari mulai eksekutif, Yudikatif dan legislatif, kerap dilontarkan oleh masyarakat. Mulai dari media massa hingga jejaring media sosial.

Namun tidak luput juga kinerja mereka di kritik dari segi iklan, seperti halnya yang ditemui dalam iklan rokok Jarum 76.

Caleg Cerdas Otak Jangkrik

Iklan mengeritik kinerja anggota legislatif yang bertangung jawab sebagai badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum. Legislatif dikenal dengan beberapa nama, yaitu parlemen, kongres, dan asembli nasional. Dalam sistem Parlemen, legislatif adalah badan tertinggi dan menujuk.

iklan yang di tayangkan sejak awal 2019 terdapat tiga kali versi berbeda namun satu tema.

Tema iklan Caleg Cerdas tersebut menayangkan tiga versi berbeda. Pertama versi otak jangkrik, kedua versi otak ecek-ecek dan versi otak dugem.

Selama iklan yang ditayangkan dengan durasi masing masing hampir 30 detik tersebut berisikan bahwa kurangnya ide inovasi dari para Calon Legislatif 2019.

Meski banyaknya minat calon legislatif di Pileg 2019, namun belum ditemukan inovasi inovasi maupun program ampuh untuk bisa mengembangkan sumber daya manusia Indonesia.

Tema iklan Caleg Cerdas Jarum 76, bila dilihat untuk awal cerita tampak anggota legislatif yang turun dari mobil mewah lantas dihadang oleh beberapa wartawan.

Serbuan pertanyaan awak media tentang  visi misi serta program penanggulangan bencana alam ternyata membuat anggota legislatif kewalahan sehingga menghindari wartawan.

Di sela sela menghindari serbuan pertanyaan   wartawan, sang anggota legistalif tersandung oleh teko ajaib yang berisikan jin.

Jin keluar dari teko dan menawarkan 1 permintaan terhadap anggota legislatif. Penawaran dilanjutkan dengan permintaan yaitu untuk menjadi pemimpin cerdas.

Selama cerita iklan dari awal hingga sang Jin menawarkan permintaan, kesemuanya sama namun yang membedakan adalah cerita berikutnya.

Permintaan anggota Legislatif dan ditangapi oleh sang Jin terdapat tiga versi.

Untuk versi otak jangkrik, dimana sang jin melihat isi dari ide ide otak anggota legislatif ternyata isinya kosong dan berbunyi krik..krik..krik.

Dan untuk versi kedua otak ecek ecek, sang jin melihat ide di dalam otak anggota legislatif ternyata isinya hanya sebuah mainan monyet sedang membunyikan suara suara gaduh, atau diartikan tong kosong nyaring bunyinya.

Dilanjutkan untuk versi otak dugem, tetap dengan cara sama yaitu sang Jin melihat isi otak hanya ditemui gemerlap suasana hiburan malam atau dengan arti isi otak untuk berfoya foya.

Iklan yang bisa tayang tiga versi sekaligus meski hanya satu film, ternyata memiliki penonton tertinggi.

Masyarakat semakin pintar menilai untuk kwalitas para anggota Legislatif yang sementara ini masih belum bisa dihandalkan.