Identitas Mayat Mr X yang Gegerkan Warga Jombang Masih Misterius

oleh -

JOMBANG-Beberapa hari yang lalu warga Jombang digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki – laki di dalam areal persawahan di Dusun Kedungcaluk, Desa Kedungbogo, Kecamatan ngusikan, Kabupaten Jombang, pada Minggu (27/01/2019) pagi.

Hingga kini identitas mayat tersebut belum juga diketahui. Namun penyebab kematiannya sudah mulai terungkap. Ternyata kematiannya bukan merupakan korban pembunuhan, melainkan diduga disebabkan karena penyakit yang dideritanya.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, berdasarkan hasil otopsi dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, kematian korban karena kehabisan oksigen.

“Kematian korban akibat kehabisan oksigen dan bukan karena menjadi korban pembunuhan. Hasil dari otopsi bahwa didapati adanya lumpur bercampur air pada saluran pernafasan yang menyebabkan korban tak bisa bernafas. Hal itu diperkuat dengan adanya tanda – tanda pada bibir serta kuku korban yang membiru,”paparnya saat ditemui di kantornya (30/01).

Sedangkan, lanjut Azi, adanya bekas luka robek pada pelipis kiri, serta dibagian telinga bawah kiri, dan luka lecet di leher kiri, itu disebabkan karena serangan hewan yang berada di areal persawahan dimana tempat mayat ditemukan.

“Hasil otopsi juga tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan fisik. Malah didalam saluran pernafasan ditemukan hewan – hewan kecil serta potongan kain,”imbuhnya.

Sebelumnya, mayat MR X berjenis kelamin laki – laki yang ditemukan di areal persawahan dengan kondisi tengkurep dan ada bekas luka tersebut mempunyai ciri – ciri rambut panjang dikuncir. Dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan yakni, 1 buah korek api gas berwarna kuning dan 1 buah topi warna merah hitam dgn tulisan BMX.

Dan sampai saat ini petugas kepolisian masih terus mencari informasi guna mengungkap identitas mayat tersebut. Hingga kini belum ada satupun dari pihak keluarga yang melaporkan kehilangan salah satu anggota keluarganya. Sedangkan jenazah masih dititipkan di kamar mayat RSUD Jombang.

EDITOR : Nurul Arifin