Humas Daop 7 Madiun: Ada empat kecelakaan lalulintas yang melibatkan Kereta api awal 2020

oleh -

NGANJUK : PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 mencatat ada empat kejadian kecelakaan lalulintas yang melibatkan kereta api yang terjadi diwilayahnya, hal tersebut diungkapkan oleh Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko. Senin 20 Januari 2020.

“Penyebab kecalakaan yang melibatan kereta api adalah pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu yang sudah ada,”Ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan di Nganjuk.

Pihaknya merinci, empat kejadian lakalantas yang melibatkan kereta api diantaranya, pertama kejadian di perlintasan tak berpalang pintu antara stasiun Sukomoro-Baron, pada Selasa (7/1), yang mellibatkan mobil nopol AG 1989 YZ dengan KA 118 (Brantas) dengan tujuan jakarta Pasarsenen – Blitar.

“Indikasinya pengendara tidak berhenti saat kereta akan melintas, dan Informasi yang kami terima dari RSUD Nganjuk, korban meninggal dunia,” Imbuhnya.

Kejadian kedua pada Sabtu (11/1), melibatkan mobil nopol AG 1538 XV dengan kereta api Logawa Tujuan Purwokerto – Surabaya Gubeng. di perlintasan tak berpalang pintu antara antara stasiun Sukomoro Baron, indikasinya pengendara tidak berhenti saat KA Logawa lewat. “Beruntung, tidak ada korban jiwa, namun kondisi depan mobil mengalami kerusakan parah,”Tandasnya.

Untuk kejadian yang ketiga, terjadi diperlintasan kereta api berpalang pintu yang terletak di jalan antara stasiun Bagor-Saradan, tepatnya di Desa Awar-awar, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Kejadian ini melibatkan truck yang bermuatan gas nopol H 1963 GW dengan Kereta Api pengangkut BBM dengan tujuan Beteng-Madiun.

“Pengendara tidak berhenti saat pintu perlintasan mulai menutup, saat berada di jalur Kereta Api, mobil mengalami gangguan transmisi, Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan truck terguling dan muatannya jatuh diatas jalur KA, selain itu juga membuat bagian body lokomotif rusak serta gangguan pengereman,”Paparnya.(Noe)