HOAX, Hanya Modal E-KTP Bisa Coblos di TPS Manapun

oleh -

SURABAYA – Beredarnya pemberitaan dari media sosial bahwa setiap orang dapat mengikuti pemungutan suara Pemilu 2019 hanya dengan menunjukkan KTP elektronik (e-KTP). 

Seperti yang diunggah akun twitter @curhathingy pada Selasa (16/4/2019).

Di sebutkan bahwa setiap orang yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dapat memberikan hak pilihnya di TPS mana pun hanya dengan menunjukkan KTP elektronik (e-KTP).

“Di mana pun tetap bisa pilih Presiden. Belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT)? Atau gak sempat urus pindah Dapil? Hak suraramu tidak hilang kok. Caranya, datang ke TPS terdekat, tunjukkan e-KTP mu, petugas KPPS hanya bisa melayani jika surat suara masih tersedia, dan pelayanan dimulai pukul 12.00-13.00,” bunyi keterangan dalam foto twitter tersebut.

Benarkah informasi tersebut?

Kabarjatim.com berhasil mendapatkan keterangan dari KPU Surabaya bahwa para pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau daftar pemilih tambahan (DPTb) hanya bisa mencoblos di TPS yang berada di wilayah asal, sesuai dengan yang tertera di e-KTP.

Seperti yang diutarakan oleh Ghufron selaku Komisioner KPU Surabaya Bagian Data dan Logistik. Melalui via telfon Selasa (16/4/2019) pihaknya memberikan keterangan, pemilih yang tergolong dalam DPK harus menunjukkan formulir A5 sebagai syarat bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di TPS yang berbeda dari TPS asal sesuai alamat e-KTP atau lokasi tempat ia terdaftar sebagai pemilih.

“Pengajuan Formulir A5 dapat dilakukan oleh pemilih hingga batas waktu 10 April 2019, dan bila sudah melampaui batas tersebut maka para pemilih tidak bisa melakukan pencoblosan di TPS lain, namun hak nya tetap ada dengan melakukan pemilihan di TPS sesuai alamat di identitas e-KTP,” ujar Ghufron.

Dengan berlakunya kewajiban formulir A5 bagi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Pemilu 2019, ternyata masih banyak tidak diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Seperti yang dialami oleh pasangan suami istri Sumiatun dan Herman asal Desa Patukrejo Dusun Trukan Terus, Jawa Tengah. Pasutri tesebut bertempat tinggal sementara atau indekos di kawasan Joyoboyo Keluarahan Darmo, Wonokromo Surabaya.

Karena kurangnya informasi sehingga Pasutri akan melalukan pencoblosan di TPS tempat tinggal indekos nya. “Seperti Periode yang lalu tahun 2014 saya mencoblos di Surabaya dengan hanya menunjukan KTP saya di TPS tempat kos saya di Surabaya,” pengakuan Sumiatun, Selasa (16/4/2019).

Namun perkiraan tersebut membuatnya terhalang untuk melakukan hak pilihnya, dikarenakan belum mendaftarkan diri untuk formulir A5 di KPU di kota Surabaya. “Saya tidak tahu kalau untuk Pemilu 2019 harus mengunakan formulir A5, saya kira hanya dengan mengantongi e-KTP bisa melakukan pencoblosan dimana mana,” ujar Herman suami Sumiatun.

“Kalau seperti ini saya mau nyoblos dan harus pulang ke Jawa Tengah pakai uang apa, wong saya kerja hanya sebagai penjual sayuran keliling,” geram Herman.

Editor. : Rusmiyanto