Heboh Tanaman Porang, Kementan Eksplorasi Bibit ke Madiun

oleh -
Tanaman Porang di Madion (Foto: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Kementan)

Tanaman Porang sukses menyita perhatian banyak orang setelah kisah Paidi, seorang mantan pemulung yang jadi miliarder viral.

Paidi, warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, tersebut kaya raya berkat budidaya porang.

Faktanya, saat ini tren permintaan Porang di pasar dunia terus meningkat. Alhasil banyak pihak tertarik membudidayakan tanaman yang sedang fenomenal dikalangan pengusaha ini.

Di Indonesia, tanaman porang belum banyak dibudidayakan. Tanaman tersebut tumbuh liar di pekarangan atau di pinggiran hutan dan berkembang biak dari umbi atau biji tanaman sebelumnya.

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman porang pada setiap agroekosistemnya, Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di Malang melakukan karakterisasi dan observasi tanaman porang di Daerah Madiun.

Melalui siaran pers yang diterima Kabarjatim.com, Senin (10/2/2020), pihak Balitkabi menjelaskan bahwa observasi dilakukan di dua desa pada pertengahan Januari 2020 tepatnya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, dan Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Pertanaman porang di Desa Klangon umurnya sangat bervariasi karena perbedaan asal bahan tanam yaitu dari bibit terpendam di lahan pada tahun-tahun sebelumnya (umbi bentuk katak, biji) maupun pertanaman baru, yang sengaja ditanam pada musim ini. Overlap umur ini sulit untuk diidentifikasi, bahkan oleh pemilik pertanaman.

Tanaman porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan umumnya ternaungi dengan intensitas cahaya mulai dari rendah hingga sedang. Kondisi tanaman juga cukup baik, meskipun di satu lokasi ditemukan hama ulat dan gejala bercak pada daun.

Selain itu, ditemukan juga pada pinggiran daun berwarna putih dan merah muda serta pada tepi daun bergelombang. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari petani, warna merah muda pada daun akan memudar menjadi putih seiring bertambahnya umur tanaman, demikian juga untuk gelombang pada tepi daun.

Observasi juga dilakukan pada pertanaman porang di lahan terbuka (tanpa naungan) tepatnya di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan. Bibit porang berasal dari umbi yang biasa disebut katak hasil dari budidaya. Lahan tidak sepenuhnya terbuka, namun tingkat naungan relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Klangon.

Petani melakukan budidaya menggunakan mulsa plastik dengan jarak tanam 30-40 cm dalam baris, dan 60 cm antar guludan. Petani memberikan urine sapi pada saat tanam, kemudian tiap 14 hari disemprot dengan pupuk mutiara yang dicairkan dengan dosis 80 kg/1,5 hektare.

Keragaman warna batang, pola bercak batang, warna daun juga ditemukan pada pertanaman di desa ini. Kondisi pertanaman tidak seoptimal di Desa Klangon, namun petani optimis hasil panen umbi tidak lebih rendah dibandingkan hasil panen pertanaman di Desa Klangon.

Pengalaman Warsito, Ketua Gapoktan di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, sudah terbiasa menanam porang di lahan terbuka tanpa naungan seluas 1,25 hektare. Tanaman Porang berasal dari umbi hasil budidaya dengan hasil panen umbi 2-3 kg per tanaman satu musim. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal Warsito harus menggunakan pupuk Phonska 200 kg pada saat tanam dan 300 kg saat tanaman umur satu bulan.

Tingginya permintaan dan harga Porang tak lepas dari segudang manfaat yang dimiliki tanaman ini. Dikutip dari laman Agave-Tacobar, berikut manfaat Porang yang luar biasa:

Bahan kandungan obat

Porang memiliki kandungan Kojac Glucomannan (KGM). KGM ini merupakan bahan pembentuk kapsul obat. Ada kandungan lem alami pada tanaman porang yang digunakan untuk merekatkan kapsul obat.

Menurunkan kadar kolesterol

Porang mengandung glucomannan. Zat ini ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol. Kojac juga baik untuk mereka yang sedang diet dan aman untuk penderita diabetes.

Sumber karbohidrat baik

Porang mengandung karbohidrat baik sebesar 80%. Ini bisa dikatakan bahwa porang bisa menjadi pengganti nasi.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, Porang juga dapat dipakai untuk campuran mie, es krim dan pengganti agar-agar. Kandungan kojac yang ada di Porang menjadikan tanaman ini bermanfaat untuk tubuh. Kojac juga berguna untuk membuat es krim agar tidak cepat meleleh.