Hasil Pilkades Sembilan Desa di Sumenep Digugat ke PTUN

oleh -

SUMENEP: Sedikitnya ada sembilan desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, disengketakan usai dilaksanakannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019.

Ke sembilan desa tersebut disengketakan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Itu dikarenakan dicurigai telah melanggar aturan dalam pelaksanaan Pilkades yang jatuh pada tanggal 7 dan 14 November 2019, kemarin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Mohamad Ramli mengatakan walaupun sembilan desa itu disengketakan ke PTUN namun kepala desa terpilih tetap akan dilantik.

“226 Kepala Desa terpilih saat ini tinggal menunggu pengukuhan atau pelantikan. Sampai saat ini sudah disahkan Bupati, tinggal menunggu pelantikan,” katanya.

Diketahui, proses Pilkades serentak di Kabupaten Sumenep tahun ini memang dilaksanakan di 226 desa. Baik diwilayah kepulauan ataupun daratan.

Sedangkan untuk gugatan ini, Ramli memprediksi bisa saja akan bertambah atau melebihi sembilan desa hingga pelantikan berlangsung.

“Siapa yang bisa menjamin kalau besok tidak ada putusan inkrah misalnya, perkembangannya kan terus bergulir, bisa saja nanti bertambah,” terangnya.

Saat ini, kata dia, proses di PTUN masih terus berjalan, begitu juga persiapan pelantikan. Dengan begitu, meski digugat kata Ramli, mereka tetap akan dilantik bersama kepala desa lain.

“Tetap akan dilantik lah, karena mereka sudah terpilih. Terpenting gugatan itu belum inkrah,” jelasnya.

Sementara yang mengganggu tahapan pelantikan, kata dia apabila majelis hakim telah memutuskan perkara gugatan. Karena apapun hasil putusan harus dilaksanakan.

“Kalau sudah ada amar putusan, pasti berpengaruh ketika ada amanat Hakim di Pengadilan, dan itupun yang sifatnya inkrah. Tapi kalau ada upaya hukum lain, ya harus menunggu upaya hukum lain, misalnya ada yang banding atau yang kasasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 di 226 usai dilaksanakan pada 7 November untuk wilayah daratan dan 14 November untuk wilayah kepulauan. Pelantikan hasil Pilkades itu direncanakan bakal digelar pada 30 Desember bulan ini.

Untuk mensukseskan pengambilan sumpah jabatan tersebut, Pemkab Sumenep menyediakan anggaran sebesar Rp274 juta.(Noe)