Hasil Pemetaan BPBD: Daerah Utara Jatim Rawan Banjir, Selatan Rentan Gempa

oleh -
Peta Jawa Timur (Foto: vignette.wikia.nocookie.net)

SURABAYA – Puluhan daerah di bagian utara Jawa Timur merupakan daerah rawan banjir. Sebab, daerah tersebut merupakan daerah yang dilewati aliran sungai.

“Daerah bagian utara rawan banjir, karena dialiri air sungai seperti Bengawan Solo, Kali Brantas dan lainnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Rabu (10/10).

Adapun daerah yang dialiri sungai di Jatim adalah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Lamongan, hingga ke Gresik. Daerah tersebut merupakan daerah yang dilewati aliran Sungai Bengawan Solo.

Kemudian Kabupaten Malang, Jombang, Blitar, dan Tulungagung, merupakan daerah yang dilewati aliran air Kali Brantas. Lalu Kabupaten Sampang biasa banjir akibat dari luapan Sungai Kemuning, selanjutnya Kabupaten Situbondo dan Bondowoso biasa banjir karena akibat luapan Sungai Pekalen. “Jadi daerah tersebut yang perlu diwaspadai banjir akibat luapan sungai seperti Bengawan Solo, Kali Brantas, dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Suban, banjir tidak hanya terjadi di daerah bagian utara Jatim, juga daerah bagian selatan Jatim. Namun bedanya, banjir di daerah bagian selatan Jatim karena akibat luapan air laut, mengingat daerah tersebut dikelilingi oleh laut.

Di antaranya beberapa daerah di sepanjang pesisir selatan Jatim itu adalah Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, dan Kabupaten Malang. Kemudian banjir yang biasa terjadi di Kabupaten Sidoarjo, disebabkan rob (naiknya permukaan air laut).

“Itu daerah yang potensi ancaman bencana banjirnya tinggi karena dikelilingi oleh laut. Jadi pemetaannya, kalau daerah utara bagian Jatim itu adalah daerah rawan banjir. Sedangkan daerah bagian selatan Jatim selain rawan gempa, juga daerah rawan banjir akibat luapan air laut,” katanya.

Untuk mengantisipasinya, lanjut Suban, Pemprov Jatim telah memasang Early warning sistem (EWS) atau alat pendeteksi bencana banjir. Alat tersebut dipasang di kawasan sekitar bantaran sungai di daerah rawan banjir di Jatim. “Jadi ketika air mulai meluap sebelum terjadinya banjir, maka alat tersebut akan berbunyi,” kata Suban.

Selain itu, BPBD juga telah menyiagakan petugas yang siap diterjunkan dalam penanganan banjir. Sejumlah perahu karet, pelampung, dan keberadaan dapur umum juga sudah disiapkan di daerah rawan banjir. BPBD kabupaten setempat juga terus melakukan sosialisasi guna mengantisipasi bencana ke masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Editor: Ahmad Saefullah