Hasil OTT Saber Pungli Sampang Ngambang

oleh -
Caption: Audensi LSM sampang dengan Tim saber pungli sampang (Ekoyono/kabarjatim)
Caption: Audensi LSM sampang dengan Tim saber pungli sampang (Ekoyono/kabarjatim)

SAMPANG-Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar audensi dengan Tim Saber Pungli Kabupaten Sampang di Aula Pendopo Wakil Bupati di Jalan Trunojoyo, Sampang. Mereka mempertanyakan tentang kejelasan penanganan perkara operasi tangkap tangan (OTT) yang sejak tahun 2017 hingga tahun ini (2018) yang sampai saat ini masih mengambang.

Tim Saber Pungli Sampang sudah empat kali melakukan OTT. Tiga kali OTT pada tahun 2017 dan satu kali tahun 2018. Dari hasil OTT yang dilakukan pada tahun 2017 belum ada kepastian sanksi terhadap pelaku, dan pada tahun 2018 tim saber pungli kembali berhasil melakukan OTT dalam pasar srimangunan.

Perwakilan LSM Samoang Moh Tamsul mengatakan, publik sudah merasa kecewa terhadap saber pungli yang menjadi alat pengendalian kekacauan pungutan liar (pungli) di kabupaten Sampang. Sebab hasil penangkapan tim saber pungli hingga saat ini masih ngambang dan tidak ada pembuktian penindakan yang disampaikan secara tertulis.

“Persepsi masyarakat sampang yang muncul saat ini yaitu kekecewaan masyarakat sampang terhadap tim saber pungli, dan ini berharap ke depan tidak muncul anggapan anggapan yang kurang baik terhadap saber pungli” ungkapnya, Kamis (6/9/2018).

Kemudian Abd Azis dari Forum Gardu Demokrasi menambahkan selain mengapresiasi keberhasilan tim saber pungli selain itu ia menganalogikan seperti cendolan pasar. Menurutnya OTT sudah tidak menarik lagi karena pada akhirnya proses penindakannya tidak terwujud.

“Yang amat kami harapkan eksistensi itu ditampilkan dengan berbagai progress, sehingga sok terapi dan efek jera betul-betul terasa bagi penyelenggara negara, sepanjang tidak ada itu maka itu sama dengan sajian pasar” ucapnya.

Menanggapi Hal itu ketua Tim saber pungli kabupaten Sampang Kompol Suhartono mengatakan, operasi tangkap tangan(OTT) yang terjadi pada tahun 2017, ia masih belum menjabat dikabupaten sampang tetapi ia mengakui langkah itu sempat tersendat, dan setelah ada asistensi dari tim UPP saber pungli provinsi jatim, saber pungli kabupaten sampang salah satu tim yang masuk dalam tim kurang sempurna.

“Kita akui langkah itu tersendat, dan setelah ada asistensi dari UPP saber pungli provinsi jatim ke depan untuk membenahi diri, dari asistensi itu kita termasuk salah satu tim yang bukan mendekati sempurna” terangnya.

Dikatakannya, meskipun pada tahun 2017 tidak menjabat ia tidak mau melepas tanggung jawab itu, ia mengaku sudah menindak lanjuti dengan memanggil masing-masing satgas dan sudah ada hasil yang sudah di akumulir.

“Meskipun saya tidak menjabat disini pada tahun 2017 bukan berarti saya lepas tanggung jawab” tandasnya. @VIN