Hari Lahir Pancasila : Lima Sila Melawan Pandemi Corona

oleh -

Tertulis diatas kertas putih dan disampaikan oleh bapak proklamator Indonesia Ir.Soekarno dalam sidang BPUPKI 75 tahun silam. Pancasila lahir bukan sekadar untuk mengisi kekurangan dalam rancangan Undang – Undang Dasar, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam dari itu. Soekarno bersama seluruh pahlawan Indonesia berjuang sampai titik nafas terakhir untuk mendirikan bangsa Indonesia. Lahirnya Pancasila sebagai lima dasar negara ini untuk berdiri dan mencapai cita – cita mulia.

Penduduk Indonesia sebagai warga negara yang beriman dan menjunjung toleransi, sikap beradab dan persatuan dalam menjalani kehidupan, hikmat kebijaksanaan yang menyelimuti hati setiap rakyatnya, dan keadilan bagi seluruh warga negara harus dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh setiap elemen yang ada di masyarakat. Sebagai dasar negara sudah selayaknya Pancasila menjadi pandangan hidup setiap rakyat Indonesia. Negara ini tidak akan mampu bertahan jika rakatnya tidak mau melindung dan menjaga keutuhan negara. Setiap elemen harus mampu saling menjaga dan saling membantu dalam keadaan apapun.

Ditengah wabah pandemi corona (Covid-19) yang sedang menyerang hampir seluruh negara di dunia makna Pancasila menjadi hal yang sangat penting. Saat ini setiap negara berjuang untuk bertahan dan menghentikan penyebaran virus corona di negaranya termasuk Indonesia. Makna dari lahirnya Pancasila menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat dalam membantu pemerintah memerangi pandemi corona. Kebijakan pemerintah sebagai upaya penanganan pandemi corona telah dilakukan. Dibutuhkan kerjasama nyata antara pemerintah dengan masyarakat agar persebaran virus ini dapat terputus dan kehidupan kembali berjalan normal seperti adanya. Setiap sila dalam Pancasila menjadi bagian khusus dalam upaya pemerintah dan masyarakat dalam penanganan dan penghentian penyebaran virus corona. Sila pertama,

Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai warga negara yang memeluk agama dan kepercayaan tentunya kondisi saat ini membuat kita menghadap kepadaNya dan memohon ampunan serta keselamatan. Sila ini mengajarkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi kondisi apapun harus tetap memohon pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, pandemi corona di beberapa negara seperti Amerika membuat warga negaranya panik sehingga hanya peduli dengan diri sendiri.

Hal ini pun terjadi di Indonesia dengan fenomena mahalnya masker, sulitnya mendapatkan hand sanitizer, alat pelindung diri untuk tim medis yang sangat minim, dan PHK yang dilakukan sepihak oleh perusahaan. Kejadian ini tidak seharusnya terjadi ketika masyarakat dapat bersikap adil dan beradab seperti yang telah tertuliskan pada sila kedua. Mengambil secukupnya dan memberikan bagi yang membutuhkan mungkin menjadi kalimat yang tepat untuk mewakilkan sila kedua Pancasila di tengah pandemi saat ini.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi sila atau dasar paling bermakna dalam kondisi negara saat ini. Bagaimana warga negara dan pemerintah menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia disaat negara sedang digoncang seperti saat ini. Sikap cinta tanah air akan membentuk sikap untuk menjaga persatuan yang sudah terbentuk sejak 75 tahun silam saat Indonesia merdeka. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, pemerintah dalam menangani pandemi corona harus dapat bersikap bijaksana dan mengutamakan kepentingan nasional bukan kepentingan kelompok. Kondisi negara saat ini tidak layak jika dijadikan ajang politik dalam mendapatkan perhatian masyarakat.

Bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat kecil harus sampai dan diterima oleh setiap masyarakat yang layak mendapatkannya. Sila kelima,
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, keadilan seharusnya dijunjung tinggi dalam penanganan wabah pandemi corona. Sebagai contoh kebijakan PSBB dalam pelaksanaan pembatasan sosial tersebut sangat banyak masyarakat yang terdampak langsung seperti tidak dapat berkerja karena dirumahkan bahkan di PHK oleh perusahaan tanpa uang pesangon.

Pemerintah bertanggung jawab atas nasib rakyatnya, strategi dan upaya relaksasi pasca pandemi harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang terdampak. Puluhan ribu buruh tidak dapat berkerja, puluhan ribu keluarga tidak dapat membayar kontrakan tempat mereka tinggal, dan banyak lain lain yang terjadi selama pandemi ini masih berlangsung.

Pancasila memiliki makna sangat penting dalam perjuangan Indonesia menghadapi segala kondisi yang terjadi. Hari lahirnya Pancasila diharapkan dapat membuka hati setiap warga negara Indonesia untuk lebih memahami makna dari Pancasila itu sendiri. Indonesia tidak akan mampu bertahan dalam kondisi yang tidak baik jika rakyatnya tidak dapat memahami arti dari setiap sila atau nilai dasar yang ada di dalam Pancasila.

Penulis : Jeremia Ronaldo H Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga