Harga Tembakau Madura Diprediksi Melonjak

oleh -

SUMENEP – Masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bisa berbangga diri. Pasalnya, ditengah banyaknya petani yang tak lagi menanam tembakau, harga tembakau justru diprediksi melonjak naik.

Kenaikan tembakau tersebut secara pasti karena minat tanam tembakau warga Sumenep sudah mulai mengurang. Hal itu karna datangnya musim kemarau yang bisa dibilang tiba-tiba. Sehingga para petani kurang mengantisipasi sebelumnya.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Abdul Hamid mengatakan, meski sudah memasuki musim tanam tembakau, namun hingga hari ini masyarakat bisa dibilang masih sedikit yang menanam tembakau.

Berkaca pada tahun lalu, musim tembakau biasanya sudah dipersiapkan sejak April lalu. “Banyak yang belum tanam, bahkan saat ini banyak lahan yang masih ditanami padi,” katanya.

Selain karena masih ditanami, juga karena banyak lahan potensi tembakau yang alami kekeringan. Sehingga petani tidak berani melakukan tanam tembakau karena kekurangan air, terutama lahan pegunungan.

“Saat ini banyak petani yang mulai tanam. Diperkirakan petani selesai menanam pada awal Agustus,” jelasnya.

Melihat minat petani yang kurang, kata dia potensi tembakau diperkirakan hanya terealisasi sebanyak 65 persen dari total ploting area sebanyak 21.893 hektar.

“Tidak jauh beda dengan tahun lalu, diperkirakan sekitar 65 persenan ini. Karena tahun ini untuk wilayah persawahan banyak yang mau tanam meski di daerah pegunungan sedikit,” tegasnya.

Dia mengimbau agar petani untuk menjaga kualitas sehingga petani tidak merugi. “Kalau kualitas bagus, kami yakin nanti harganya juga mahal. Karena pihak pabrikan melihat kualitas,” tegasnya.