Harga Anjlok, Petani Cabe di Jombang Gelisah

oleh -

JOMBANG-Harga cabe mengalami penurunan, membuat para petani di Jombang menjadi gelisah. Hal ini seperti yang dikeluhkan oleh petani cabe dari Dusun Bote, Desa Kedawong, Kecamatan Diwek – Jombang, Sabtu (12/01/2019).

Kegelisahan tersebut disebabkan karena harga jual cabe dipasaran yang semakin merosot, dari harga sebelumnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru mencapai Rp 49 ribu/pekilogram, sekarang hanya Rp 30 ribu/kilogram.

Nur Jannah (39), salah satu petani cabe di Desa tersebut menuturkan, Kemarin pas tahun baru, harga cabe sangat bagus, namun sekarang berangsur – angsur turun. Tapi kondisi seperti ini juga terjadi di semua pasar – pasar tradisional.

“Semua cabe mengalami penurunan harga, harga cabe merah besar juga mengalami penurunan, sebelumnya Rp 20 ribu kini menjadi Rp 17 ribu/kg. Kondisi ini hampir merata di beberapa pasar tradisional termasuk pasar induk Pare,” ucapnya saat ditemui di lahan pertaniannya.

Namun demikian, lanjut Nur, ia tak merasa rugi, sebab harga jual cabe memang selalu fluktuatif. Apalagi cabe bisa dipanen hingga belasan bahkan puluhan kali dalam sekali tanam.

“Saya tak merasa rugi dengan kondisi seperti ini. Sebab cabe bisa terus dipanen hanya dengan sekali tanam. Ini sudah panen yang ke – 14 kali, panennya kadang 2 – 4 hari sekali,” imbuhnya.

Kegelisahan petani cabe bukan hanya disebabkan dengan anjloknya harga, namun kondisi cuaca juga sangat berpengaruh terhadap hasil panen yang tidak maksimal.

Kondisi cuaca akhir akhir ini yang sudah memasuki musim penghujan. Biasanya cabe banyak yang diserang hama atau penyakit pete’en, beberapa cabai siap panen tiba tiba garing dan rontok.

Untuk itu para petani cabe sudah mengantisipasi hama tersebut. Sebab untuk hama dan penyakit pete’en memang sudah menjadi hama musiman bagi petani cabe. Jika cabe di serang petak, para petani tinggal melakukan penyemprotan dengan menggunakan obat semprot cair yang sudah tersedia di toko – toko pertanian. @VIN