Gubernur Dorong Pengembangan Industri Primer Pertanian

oleh -
Pakde Karwo bersama Mentan dalam Acara #Bekerja
Pakde Karwo bersama Mentan dalam Acara #Bekerja

SURABAYA-Guna meningkatkan hasil pertanian, Pemerintah Provinsi Jatim terus melakukan langkah – langkah produktif. Salah satunya dengan mendorong pengembangan industri primer. Dengan industri primer tersebut, para petani akan memperoleh peningkatan nilai tambah terhadap produknya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) di Hotel Vasa Surabaya, Selasa (7/8/2018) malam.

Dikatakan, di Jatim saat ini sudah tidak ada lagi gabah kering panen dijual oleh petani, melainkan sudah pada posisi minimal gabah kering giling. Bahkan, sudah ada petani yang bisa melakukan secara mandiri yang dimulai dari proses primer hingga tersier, proses bahan baku, industri hingga pemasaran. “Terpenting saat ini adalah memfokuskan proses industri pasca panen sehingga menghasilkan nilai tambah bagi petani,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan industri primer menjadi fokus, terutama pada proses industri pertanian baik secara agroindustri dan agrobisnis di tengah terbatasnya lahan. Setiap tahun, terdapat 180 ha lahan berkurang dengan jumlah produksi yang meningkat. Artinya, teknologi pertanian yang dilakukan di daerah berjalan dengan positif, baik untuk on farm maupun off farm.

Di hadapan peserta rakornas, Pakde Karwo sapaan akrab dari Gubernur Jatim menjelaskan, Jatim telah memberikan sumbangan bagi pemenuhan kebutuhan nasional padi sebesar 17,2 %. Dalam hal ini, pihaknya akan berupaya mencapai produksi padi hingga 13,1 juta ton atau setara dengan 8,5 juta ton beras sehingga terdapat surplus sebanyak 4,97 juta ton beras.

Dari jumlah itu, Pakde Karwo menekankan, bahwa Jatim memenuhi kebutuhan beras pada 16 provinsi. Oleh karena itu, keamanan terhadap tata niaga beras tidak hanya dilakukan oleh Bulog saja tetapi juga harus dilakukan oleh semua pihak.

#Bekerja, Program Tanggulangi Kemiskinan

Sementara itu, Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman mengatakan, Rakornas program #Bekerja Tahun 2018 yang mengambil tema Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan adalah program untuk mengatasi penanggulangan kemiskinan.

Ditambahkan, sasaran lokasi program #bekerja tahun 2018 tersebar di sepuluh provinsi meliputi Jatim, Sumatra Utara, Jateng, Jabar, Banten,Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan NTB. Sementara untuk target Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 200.000 di 21 kabupaten, 60 kecamatan dan 807 desa.

Program #Bekerja lanjutnya, hadir untuk meningkatkan aset produktif sehingga meningkatkan pendapatan keluarganya. Dengan ditambah dukungan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), maka pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan kebutuhan lauk pauk bisa dikurangi, sehingga pendapatan dan status gizi keluarga dapat meningkat.

“Bantuan berupa ayam, itik, atau kambing serta bibit sayuran, buah buahan dan tanaman perkebunan menjadikan masyarakat miskin memiliki aset produktif. Aset produktif tersebut akan menjadi sumber penghasilan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Turut mendampingi Gubernur antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, Kadis Perkebunan Prov Jatim dan Karo Umum Setdaprov Jatim. @VIN