Geruduk Balai Desa Sukopinggir, Warga Minta ‘Pak Modin’ Dicopot

oleh -
Puluhan Warga Gruduk Kantor Desa Sukopinggir
Puluhan Warga Gruduk Kantor Desa Sukopinggir

JOMBANG- Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Kedatangan mereka ke kantor desa tersebut bukan tanpa alasan. Mereka menginginkan perangkat desanya di copot dari jabatannya.

Dengan membawa alat peraga berupa kertas manila yang ditulis dengan spidol, yang diantaranya berbunyi ‘Modin Harus Turun’, puluhan warga tersebut menduduki halaman kantor desa, pada Selasa (19/03).

Mereka menuding perangkat desa yang beriniaial S, yang menjabat sebagai Modin atau Kepala Urusan Kesejahteraan (kaur kesra) Desa tersebut telah melakukan perbuatan amoral dengan warganya sendiri yang berinisial Y.

“Modin adalah jabatan yang membawahi kesejahteraan rakyat dan kegamaan, tapi malah berbuat zina dengan warganya sendiri. Kami ingin Modin dicopot dari jabatannya,”ucap Supriadi, salah satu warga.

Sementara itu, Kepala Desa Sukopinggir, Sukidi Wibisono menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya sudah mendudukkan sejumlah pihak terkait. Bahkan Y sudah mengakui dirinya pernah berhubungan layaknya suami istri dengan S.

“Kami sudah pernah mengumpulkan mereka. Kami panggil BPD dan sejumlah tokoh masyarakat. Si wanita juga mengakui telah berbuat intim dengan Modin sebanyak dua kali, pertama di suatu tempat dan yang kedua di hotel. Namun Modin tak mengakuinya,”terangnya.

Kami, lanjut Sukidi, sudah melakukan musyawarah dan memutuskan untuk memberhentikannya dari jabatan perangkat tadi. Akan tetapi usulan tersebut ditolak oleh pihak pemerintahan Kecamatan.

“Hasil musyawarah kami ditolak dengan alasan sesuai Perbup nomer 15 tahun 2018, untuk pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa wajib konsultasi dengan kecamatan. Sebab menurut Camat perangkat desa tersebut belum terbukti bersalah diputusan pengadilan,”imbuhnya.

“Ya kami tidak bisa menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada Modin,”pungkasnya.

Warga pun akhirnya membubarkan diri, namun akan berencana melakukan aksi unjuk rasa lagi dengan massa yang lebih banyak sampai tuntutan mereka di kabulkan.

Editor : Nurul Arifin