Gatot Cium Tangan SBY, Pengamat : Demokrat Sulit Usung Gatot Jadi Capres

oleh -
Gatot Cium Tangan SBY (ist/tribunnews)

SURABAYA-Dalam beberapa hari ini, foto mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo (SBY) masih menjadi perbincangan publik. Dari foto tersebut beredar spekualsi bahwa Partai Demokrat akan mengusung Gatot di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Rupanya tak semudah itu. Sinyal Gatot cium tangan SBY bukan lantas partai berlambang Segitiga Mercy ini akan mengusung Gatot. Menurut pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing Partai Demokrat sulit mengusung Gatot. Dan Partai Demokrat tetap memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pipres mendatang.

“Pencalonan presiden dan wakil presiden harus dilihat dari perspektif politik, bukan militer. Jadi tidak bisa kita melihat ini mantan Panglima, Jenderal, atau pengusaha. Pemilu ini adalah domain partai,” kata Emrus kepada wartawan, Rabu (6/6/2018).

Dalam sistem pemilu Indonesia, belum membolehkan calon independent untuk ikut bertarung dalam pemilihan legeslatif maupun eksekutif. “Pemilu besok ini adalah gawenya partai,” imbuhnya.

Emrus menjelaskan, AHY lebih memiliki peluang besar diusung Demokrat merujuk dari elektabilitasnya dan sudah ada Partai Demokrat sebagai kendaraan. “Saya juga melihat Demokrat serius untuk mengusung atau melahirkan pemimpin dari Demokrat. Mereka sudah mengujinya di Pilkada DKI kemarin,” katanya.

Sementara Gatot, hingga saat ini belum ada partai yang bisa dijadikan “tumpangan politik”. “Partainya Gatot kan masih abu-abu, belum definitif. Selain itu, kalaupun ada partai yang mendekati Gatot pasti ada kepentingan. Tidak ada makan siang gratis dalam politik. Jadi amat berat bagi Gatot untuk bisa berlaga di Pilpres,” kata Emrus.

Terkait foto cium tangan Gatot ke SBY, menurut Emrus, tidak bisa disimpulkan bahwa Demokrat akan mengusung Gatot di Pilpres 2019. Dia beranggapan, foto cium tangan itu hanya bentuk respek antara senior dan junior di militer.

Ini pun diakui Gatot. Dia mencium tangan tangan SBY lantaran telah menganggap Presiden RI ke-6 itu sebagai orangtua sendiri. “Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orangtua saya,” kata Gatot, Senin lalu.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga mengamini tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan SBY dengan Gatot. @VIN