Garam Menumpuk di Petani Sumenep, Dewan Sidak PT Garam

oleh -
Dewan Sidak PT Garam
Dewan Sidak PT Garam

SUMENEP-PT Garam yang ada di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum memiliki solusi soal menumpuknya garam milik para petambak.

Padahal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu diharapkan mampu menyerap garam para petambak. Namun belakangan justru garam petambak tetap saja tak terbeli.

Hal itu diketahui setelah Komisi II DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak ke Kantor PT Garam untuk menanyakan perihal sabab musabab banyaknya garam petambak yang belum terbeli.

“Pasti (tidak terbeli), PT Garam saja menumpuk. Yang tahun 2018 kemarin saja masih belum kita jual,” kata Direktur Pengembangan, Edward Hariandja.

Menurut dia, banyaknya penumpukan garam itu bisa saja disebabkan karena diluar daerah sudah tidak lagi membutuhkan garam Sumenep. Sebab, prosesor yang biasa langganan garam Sumenep justru belakangan sudah tidak membeli lagi.

“Yang jelas diluar itu sudah pasti banyak garam. Banyaknya garam itu kami tidak tahu. Prosesor yang biasa ngambil di kita juga sudah gak ngambil, mereka tidak bisa menyerap sesuai apa yang sudah ditargetkan,” jelasnya.

Sementara, untuk patokan harga garam yang dibuat oleh PT Garam Sumenep mengikuti harga pasar. “Kita mengikuti harga pasar, ada pasang surutnya,” tandasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Zubaidi mengaku inspeksi mendadak yang dia lakukan murni karena beberapa waktu lalu petambak garam mendatangi kantornya untuk menuntut tumpukan garam petambak terjual.

Selain itu, Zubaidi mengaku butuh payung hukum tentang tataniaga garam guna menyelamatkan petambak garam. “Perlu payung hukum, cuma saat ini belum bisa, karena belum ada sandaran hukum diatasnya,” jelasnya.

“Selanjutnya kami agendakan untuk mempertemukan antara petambak garam dengan PT Garam guna membahas soal garam ini,” tandasnya. VIN