Gandeng Satpol PP, Bawaslu Jombang Razia APK di Angkutan Umum

oleh -
Pencopotan APK
Pencopotan APK

 

JOMBANG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) JOmbang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jombang, melakukan sweeping razia Alat Peraga Kampanye (APK), Selasa (27/11/2018).

Dengan menyisir sejumlah lokasi seperti terminal dan tempat ngetem angkot, petugas berhasil menemukan sejumlah pelanggaran. Salah satu pelanggaran mencolok adalah stiker kampanye yang dipasang dikaca angkutan umum. Pelanggaran itu ditemukan di kawasan simpang lima sekitar Universitas Darul Ulum. Disitu terdapat 3 angkutan umum yang terpasang stiker kampanye (mobil branding) bergambar salah satu capres.

Asnan, sopir angkutan umum menuturkan, ia merasa tak tahu jika striker kampanye tersebut dilarang di pasang di angkutan umum. “Saya tidak tahu kalau dilarang, tiba – tiba ada yang mendatangi terus memasang di angkutan saya” ucapnya saat ditanya media. “Dipasang hari sabtu oleh seseorang, pokoknya saya nurut saja lawong dikasih uang 100 ribu qo” imbuhnya.

Setelah mencopot di kawasan simpang tiga, razia dilanjutkan ke kawasan jln. Kh. Hasyim Asy’ari tepatnya di selatan trafiq light stasiun kereta api Jombang. Di kawasan tersebut petugas berhasil menertibkan 9 stiker kampanye.

David, kepala divisi pengawasan bawaslu Jombang memaparkan, razia ini bertujuan untuk menertipkan APK yang tertempel di angkutan umum. Karena pihaknya sudah memberi waktu kepada partai dan salah satu paslon yang ada di gambar tersebut.

“Kita sebelumnya sudah memberi peringatan kepada pasangan calon yang ada di gambar tersebut untuk segera mencopot stikernya. karena tidak dilakukan, maka kami turun mengajak Satpol PP, Dishub dan Kepolisian untuk melakukan pencopotan.

“Untuk sangsinya ya cuma dilakukan pencopotan stiker saja. Pihaknya juga akan terus melakukan razia sampai batas yang ditentukan” imbuhnya.

Saat razia dilakukan, tak sedikit pengendara yang lewat terkejut dan memperlambat kendaraannya. Sehingga membuat arus lalu lintas agak tersendat. Bahkan ada juga angkutan umum yang dihentikan paksa walau sedang ada penumpang didalamnya sebab di mobilnya terpasang striker kampanye. @VIN