Forum Komunikasi Pra Ramadhan 2019, RHU Surabaya Tertib

oleh -

SURABAYA  Menjelang bulan Ramadhan 1440 H tahun 2019, kembali Dinas pariwisata Surabaya mengelar Forum Komunikasi Pra Ramadhan (FKPR) 2019.

Forum yang digelar pada Senin ( 15/4/2019) di Gedung Wanita Ruko Kalibokor? Gubeng merupakan forum komunikasi yang di khususkan kepada para pengusaha RHU (Rumah Hiburan Umum), dengan 150 undangan yang datang.

Dari nara sumber selama pembicara FKPR adalah Kadis Pariwisata Surabaya Ir Antiek Sugiarti M.si, Pakar Hukum Unair Dokter Lilik Pujiastuti SH MH, Intelkam Polrestabes Surabaya Ipda Amir Mahmud dan Ibnu Shobir S.Pd Anggota DPRD Surrabaya komisi D.

Sambutan awal yang di lontarkan oleh Kadis Pariwisata Surabaya, Atiek memberikan keterangan bahwa untuk meng nonaktifkan usaha bidang RHU secara rutin dilakukan di bulan puasa Ramadhan. Dan selama meng nonaktifkan telah berjalan tertib selama ini.

Perda 23 tentang Pariwisata

Masih beritik berat dengan dasar Perda Kota Surabaya Pasal 24 Perda 23 tahun 2012 tentang Pariwisata. “Bahwa untuk usaha Diskotik, SPA, Panti Pijat, karaoke dewasa,  Club malam, diwajibkan berhenti namun untuk bola sodok bisa diperbolehkan Oprasional namun harus ada izin dari KONI,” ujar Amtiek.

Di jelaskan untuk Pasal 24 Perda 23 tahun 2012 tentang Pariwisata, bahwa untuk RHU bola sodok (bilyard) yang diperbolehkan beroprasional adalah yang telah direkomendasikan oleh Pemerintah kota Surabaya atau penjabat yang di tunjuk.

Rekomendasi yang diberikan juga harus ada pertimbangan dari pihak KONI (Komisi Olah raga Nasional Indonesia). Sedangkan untuk usaha hiburan layar lebar atau Bioskop, diperbolehkan Oprasional namun ada batasan waktu jam tayang.

Yang ditentukan agar tidak beroprasional mulai pukul 17.30 WIB hingga 20.00 WIB. Atau pada waktu berbuka puasa dan sholat maghrib hingga selesai sholat tarawih. Juga di ungkapkan oleh Ibnu Shobir S.Pd Anggota DPR kota Surabaya komisi D. Pihaknya memberikan keterangan selama menjadi nara sumber.

Usaha kesehatan dan kecantikan serta usaha Pariwisata sedikit banyak menguntungkan pihak Pemerintah Surabaya dan masyarakat pada khususnya.

Mengapa seperti itu? Menurut Ibnu Shobir bahwa usaha di bidang RHU sendiri telah memberikan wacana tertib dan indah kepada kota Surabaya.

Dalam segala sektor RHU Surabaya mulai dari ketertiban, kesehatan dan ke legalan usaha (Perizinan TDUP), telah di pantau semaksimal mungkin oleh pihak pihak terkait.

“Mengapa saya katakan seperti itu? Bila dari sektor kesehatan para pekerja usaha kesehatan sendiri telah rutin melakukan pengecekan kesehatan dan kerutinan tersebut adalah anjuran wajib yang ditentukan oleh dinas Pariwisata,” ujarnya.

Ditambahkan lagi selain kesehatan para pekerja usaha jasa kesehatan dan kecantikan atau RHU. Juga untuk sektor perizinan yang berhubungan dengan penertiban dan keramaian. Dinas Pariwisata Surabaya juga melibatkan Satuan Sat Pol PP sebagai penegak Perda dan Polri untuk memantau perizinan keramaian.

“Sehingga RHU Surabaya sendiri otomatis bisa meng sinergikan semua instansi pemerintahan dan Satuan penegak hukum sehingga terwujud ke kondusif an, selain itu dari sektor pajak sedikit banyak Pemerintah Surabaya terbantu.” Tutupnya.

Editor.  : Rusmiyanto