Fenomena La Lina, Warga Sumenep Diminta Waspada

oleh -

SUMENEP: Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Kabupaten Sumenep, Usman Khalid mengatakan, fenomena La Nina dapat meningkatkan rata-rata akumulasi curah hujan bulanan 25 hingga 40 persen dari kondisi biasanya.

“Jadi Kabupaten Sumenep salah satu daerah yang berpotensi. Kami meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala BMKG Kalianget, Sumenep, Usman Khalid. Kamis, 5 November 2020.

Dia menjelaskan banyak dampak dari La Nina, seperti memicu terjadinya banjir, tanah longsor hingga gelombang tinggi untuk di daerah pesisir.

Adapun La Nina sendiri bukan merupakan fenomena alam tahunan namun diakibatkan perubahan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari biasanya.

“Untuk Sumenep rata-rata akumulasi curah hujan bulanan sekitar 101 sampai 150 milimeter. Sehingga jika ditambah dengan peningkatan curah hujan imbas La Nina maka akan sangat besar,” jelasnya.

Dalam kondisi ini BMKG terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk antisipasi. Tidak hanya itu masyarakat juga diimbau agar selalu mengikuti informasi cuaca agar ada kesiapan secara dini.

“Himbauan kami agar waspada adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, petir,” terangnya.

Adapun kondisi cuaca di Kabupaten Sumenep seperti rilis resmi BMKG Kalianget pada 5 November 2020 secara umum berawan tebal di wilayah Perairan Jawa Timur.

Potensi hujan ringan terjadi Perairan Kalteng bagian Timur, Laut Jawa bagian Utara dan Selatan Bawean, Laut Jawa bagian Barat dan Timur Masalembo, Perairan Utara Madura dan Perairan Selatan Jawa Timur.

“Arah angin didominasi dari Timur Tenggara. Kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur 20 Knots (37 km/jam) dan Selat Hindia selatan Jatim sebesar 18 knots (34 km/jam),” jelasnya.

Sedangkan ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0.3 – 1.0 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.4 – 1.75 meter, sedangkan di Selat Hindia selatan Jatim antara 2.0 – 3.8 meter. NOE