Enam Hari Pasca Tsunami Selat Sunda, Layanan Telekomunikasi Pulih 100%

oleh -

PADA hari ke-enam pasca tsunami Selat Sunda di kawasan Pantai Barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan, seluruh jaringan telekomunikasi telah pulih 100%.

“Seluruh layanan telekomunikasi seluler telah dapat digunakan secara normal oleh masyarakat di sekitar lokasi terdampak,” ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu melalui siaran pers.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 426 orang meninggal dunia, dengan 23 orang masih hilang dan 7.202 orang mengalami luka-luka akibat tsunami yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu 22 Desember malam.

Daerah terdampak tsunami meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus. Sementara dampak terparah berada di area wisata Anyer dan Tanjung Lesung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan 40.386 orang mengungsi hingga saat ini akibat bencana alam tersebut. Mereka tersebar di berbagai lokasi di Banten dan Lampung.

Sementara itu, untuk jumlah bangunan yang mengalami kerusakan ada 1.296 unit rumah mengalami kerusakan, 78 unit penginapan meliputi hotel dan villa, serta satu dermaga rusak.

Berdasarkan pantauan Kementerian Kominfo pasokan listrik untuk kebutuhan BTS ditopang dengan genset dan mobile backup power site yang disediakan oleh operator telekomunikasi.

Meskipun ada sebagian BTS yang belum bisa on air karena tidak ada pasokan listrik dari PLN serta sulitnya akses ke lokasi, layanan telekomunikasi masih bisa diakses dengan normal karena dapat dipenuhi atau dicover dari BTS lain yang ada di sekitarnya.

Hasil pantauan terhadap jaringan backbone dari Telkom semua dalam kondisi normal. Sehingga masyarakat masih tetap bisa menggunakan layanan telekomunikasi dengan normal.

Kementerian Kominfo tetap mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya berkaitan dengan bencana ini.