Empat Kecamatan di Sumenep Berpotensi Longsor

oleh -

SUMENEP: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyebut sejumlah daerah di kabupaten setempat rawan longsor. Sebab, hingga awal tahun 2020 ini Kabupaten Sumenep sudah sekian kali turun hujan dengan sekala sedang dan lebat disertai angin yang kencang. Hal itu disinyalir berpotensi akan mengakibatkan longsor.

“Bencana banjir dan tanah longsor umumnya diawali dengan hujan lebat dalam waktu lama. Untuk longsor, biasanya terjadi di daerah perbukitan dan bantaran sungai,” kata Kepala BPBD Sumenep, Rahman Riadi, Jumat 17 Januari 2020.

Dia menyebut, ada beberapa daerah di Kabupaten Sumenep yang kerap tejadi longsor. Yakni Diantaranya, Kecamatan Ganding, Kecamatan Pragaan, Kecamatan Rubaru, dan Kecamatan Guluk-Guluk.

“Yang paling dominan dan sering terjadi bencana longsor itu, daerah Kecamatan Rubaru sama Guluk-Guluk. Untuk itu, masyarakat harus lebih hati-hati dalam menjaga diri, utamanya daerah-daerah rawan tersebut,” jelasnya.

Menurut Rahman, bahwa tindakan yang paling mudah untuk meminimalisir terjadinya bencana longsor diwaktu musim hujan tiba, yakni dengan menanam pepohonan yang bisa menahan tanah, sehingga tidak mudah longsor.

“Menggalakkan penghijauan, dan reboisasi. Utamanya daerah-daerah pegunungan dan perbukitan, karena daerah-daerah tersebut rawan bencana longsor,” tandasnya.

Sebelumnya, BPBD Sumenep memetakan potensi banjir diwilayah setempat. Potensi banjir itu bisa terjadi di Kecamatan Lenteng, Kecamatan Batuan dan Kecamatan Saronggi.(Noe)