Empat Figur Digadang-gadang Bakal Maju Pilkada Sumenep 2020

oleh -

SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada tahun 2020 mendatang.

Kabupaten Sumenep masuk daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak bersamaan dengan 27 kabupaten di Jawa Timur.

Sejumlah nama mulai ramai diperbincangkan sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Sebab berdasarkan hitungan waktu pelaksanaan, tahapan Pilkada ini akan dilakukan mulai tahun ini.

Sejumlah figur, baik dari kalangan elit pemerintahan, pengusaha hingga politisi dikabarkan akan maju sebagai bupati. Seperti Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Ketua DPC PKB Sumenep, Imam Hasyim.

Selain itu, pengusaha Pojok Jaringan Usaha Rakyat (Pojur) Achsanul Qosasi juga digadang-gadang akan mencalonkan diri. Dari kalangan pemerintahan, ada Fattah Yasin yang sebelumnya menjabat Pj. Bupati Pamekasan dan sekarang sedang memimpin Dinas Perhubungan Pemprov Jatim.

Kendati masih dalam taraf perbincangan, figur-figur tersebut sudah pasti akan didulang oleh partai. Namun untuk Kabupaten Sumenep, hanya PKB yang bisa mengusung calon. 

Sebab selain PKB, partai-partai peraih kursi di DPRD Sumenep harus merancang koalisi. Seperti Partai Demokrat, Gerindra, NasDem, PKS, PAN, PDIP, Hanura dan lain-lain.

Salah satu pengamat politik di Sumenep, Sahrul Gunawan mengamati komposisi yang tersaji hingga hari ini bisa dilihat dari kekuatan figur, parpol dan isu.

Aspek kekuatan figur misalnya, dilihat dari tingkat elektabilitas yang diukur oleh lembaga survei politik. Aspek kekuatan parpol dihitung dari perolehan suara yang dikonversi kursi di DPRD Sumenep. Sedangkan aspek isu memperhatikan dikotomi desa, nasionalis dan global-lokal.

“Kekuatan figur pasangan calon nantinya bakal ditemukan lewat publikasi hasil survei elektabilitas. Hanya saja hingga saat ini belum menerima adanya publikasi hasil survei elektabilitas figur,” katanya.

Meski begitu, Sahrul memprediksi bahwa elektabilitas pasangan calon akan menurun setelah dipasangkan dengan bakal calon Wakil Bupati.

“Namun perlu diketahui bahwa popularitas saja tidak cukup untuk dapat memenangkan persaingan. Diperlukan para ksatria politik yang mengetahui seluk-beluk medan tempur. Dan Pilkada Sumenep merupakan medan tempur yang sebenar-benarnya,” terangnya.

Dia juga menilai, koalisi partai membutuhkan waktu dan energi untuk membangun tatanan koalisi yang solid. Persoalan ego parpol pasti akan menjadi kerikil yang harus diantisipasi nanti.

PKB dengan peraih kursi terbanyak dan menempati posisi Ketua DPRD tentu merasa lebih punya posisi tawar dibandingkan dengan partai yang hanya memiliki satu kursi. Kelihatannya dalam perjalanannya nanti, PKB akan berjalan sendiri dengan harapan pada akhirnya perjuangan akan sampai pada tujuan yang sama, yakni menang.

“Berdasarkan konsep ini, pasangan calon diharapkan memiliki identifikasi sebagai orang yang berwawasan global namun tetap memegang erat kearifan lokal,” tandasnya.

Diketahui, empat bakal calon memiliki peluang yang sama besar. Kelemahan figur dapat diperkuat dengan kekuatan partai politik dan begitu juga sebaliknya. Kesemuanya berusaha untuk melengkapi citra agar menjadi calon yang bisa diterima dan dipilih semua kalangan.

Oleh karena itu, Pilkada Sumenep 2020 akan menjadi ajang demokrasi yang dinamis dan penuh dengan atraksi-atraksi yang mencengangkan.

Tidak akan ada pihak yang melepaskan peluang kemenangan di Pilkada Sumenep. Mereka akan berjuang at any cost untuk bisa mendapatkan hasil terbaik.

Editor.  :  Rusmiyanto