Emosi Saat Mengintrogasi Sang Pencuri, Keamanan Pondok Pukul Santri Paculgowang

oleh -

JOMBANG – Terjadi peristiwa pemukulan terhadap santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatunnasyi’in yang berada di Desa Paculgowang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, oleh dua oknum keamanan pesantren.

Diketahui, santri yang menjadi korban bernama MRH (13), asal Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang. Sedangkan pelaku pemukulan dua orang pihak keamanan pesantren yakni AI (19) asal Gresik dan SM (18).

Peristiwa pemukulan itupun bukan tanpa sebab jelas, melainkan santri yang menjadi korban penganiayaan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran serta aturan pesantren.

Penasehat Pondok Pesantren sekaligus Dewan Guru di SMP Terpadu Tarbiyatunnasyiin, Mochammad Adib menjelaskan kronologi terjadinya pemukulan yang berlokasi di ponpes tersebut.

“Sekitar satu dua bulan yang lalu pihak keamanan pondok menerima banyak laporan adanya pencurian berupa uang. Kemudian pihak keamanan melakukan pemetaan dan menemukan kecurigaan terhadap lima anak yang patut diduga sebagai pelaku, salah satunya MRH,” jelasnya.

“Selanjutnya kelima anak tersebut dikumpulkan oleh satu oknum keamanan di aula. Kemudian ditanya dengan baik-baik terkait laporan adanya pencurian. Mereka disuruh bicara jujur (kalau mau jujur nanti urusan selesai, dan tidak akan dilaporkan ke siapa-siapa, ucap pihak keamanan). Akhirnya semua mengakui kalau melakukan pencurian,” terang Adib.

Usai kejadian itu, lanjut Adib, masih ada lagi laporan kehilangan. Dan yang paling menjengkelkan bagi pihak keamanan, MRH mengambil uang sedekah yang bisa dibilang uang amal (kotak amal). Selanjutnya MRH disuruh mengembalikan.

“MRH disuruh mengembalikan uang yang sudah dicurinya tersebut, namun yang dikembalikan olehnya nominalnya lebih sedikit dari yang dicuri,” ungkapnya.

Dengan pengembalian uang yang dicuri MRH yang jumlahnya tak sebanding dengan laporan uang yang hilang, akhirnya pihak keamanan beserta dua orang mendatangi MRH saat berada di kamarnya sekitar pukul 03:00 Wib. Dan saat itulah terjadi pemukulan yang dilakukan dua orang keamanan tersebut.

“Tiga orang keamanan mendatangi kamar MRH dan mengajukan pertanyaan lagi, kemudian ia mengakui semua perbuatannya bahwa telah mencuri uang tersebut. Tak bisa menahan emosi, AI dan SM kemudian memukul korban hingga lebam,” jelas Adib.

Akibat peristiwa tersebut, korban menderita lebam di wajah. Selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian pemukulan ini ke Polres Jombang pada 13 Oktober 2019. Kasus ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Jombang. (RUS)