Elemen Tikus Pithi Mbangun Gapura Praja Ngotot Usulkan Calon Independen di Pilpres

oleh -

SUMENEP – Puluhan warga mengatasnamakan Tikus Pithi Baris Mbangun Gapura Praja melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur.

Mereka datang ke Kantor DPRD itu demi ingin ‘memuluskan’ salah satu Capres Cawapres mereka melalui jalur independen. Sebelumnya, Tikus Pithi ini pernah melakukan aksi di KPU Sumenep. Hanya saja harapan mereka tidak membuahkan hasil.

Awalnya, aksi damai tersebut berjalan lancar. Massa aksi terlihat tampak antusias menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka melalui pengeras suara.

Sejumlah stiker dan poster bergambarkan tokoh Capres yang mereka usung, Tuntas Subagiyo, juga terlihat digadang-gadang bahkan beberapa kali posternya diangkat setinggi kepala.

Selain itu, massa aksi juga terlihat melambaikan sejumlah bendera berwarna hitam polos dan bendera kebangsaan, merah putih.

Pantauan media ini, massa aksi juga ada yang membawa anak kecil. Bahkan ditengah-tengah orasi berjalan, ada massa aksi yang menggendong anak kecil. Namun, ditengah perjalanan orasi para pendemo ini diguyur hujan. Sontak massa aksi berhamburan.

Kordinator aksi Imran mengatakan gerakan yang mereka bangun merupakan gerakan nasional. Hal ini dilakukan untuk memasukkan calonnya itu ke Capres Pemilu 2019.

“Ini aksi nasional, untuk dibuka jalur independen untuk Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019,” kata Imran, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya gerakan tersebut bukan tanpa dasar, sebab gerakan yang dibangun sesuai dengan Undan-undang dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Selain itu pihaknya menyatakan jika setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak politik yang sama, yaitu untuk memilih dan dipilih yang sudah diatur oleh undang – undang.

“Sesuai pasal 6 (a) ayat 2, disana dijelaskan, penegasannya sudah jelas disana bawa calon Presiden dan Wakil Presiden tidak diusung oleh Parpol atau Gabungan Partai Politik, jadi secara konstitusi sah saja dibuka calon dari independen,” terangnya.

Sementara, saat disinggung soal adanya massa aksi yang membawa anak kecil, dia tidak mempermasalahkan. Sebab tidak ada payung hukum yang melarang anak dibawah umum ikut aksi.

“Tidak apa-apa, dia punya hak sama, setiap warga negara punya hak dan tidak ditentukan, dia bayi atau tidak,” terangnya.

Setelah lama berorasi, massa aksi kemudian diajak melakukan diskusi di Ruang Paripurna DPRD Sumenep. Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma.

Saat dikonfirmasi usai melakukan diskusi, Herman mengaku belum bisa memberikan kepastian terkait boleh dan tidaknya Capres mereka masuk melalui jalur independen. Sebab, KPU Pusat telah menetapkan dua Capres Cawapres beberapa waktu lalu.

“Semua masukan ini tetap kami tampung. Yang jelas kami butuh konsultasi apakah ini bisa atau tidak. Termasuk akan menyampaikan hal ini ke DPRD Jawa Timur,” tandasnya.

Setelah diskusi selesai massa aksi tidak lagi melanjutkan orasi, mereka memilih membubarkan diri.

Editor : Nurul Arifin