Durian Manalagi Juara Kontes di Wonosalam

oleh -
Kontes Durian di Wonosalam (foto Aan Amrulloh/Kabarjatim)
Kontes Durian di Wonosalam (foto Aan Amrulloh/Kabarjatim)

JOMBANG-Durian dengan nama lokal Manalagi milik Anggi Rosita, dari Dusun Sumberlamong, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, keluar sebagai juara dalam Kontes Buah Durian yang digelar Kecamatan Wonosalam – Jombang, Sabtu (02/03/2019).

Bertempat di lapangan Kecamatan Wonosalam, kontes tersebut diadakan tiap tahun. Yakni pada saat digelarnya pesta durian atau yang biasa dikenal dengan Kenduren Durian. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan serta bentuk rasa syukur para petani durian karena melimpahnya hasil panen.

Untuk bisa jadi juara, durian manalagi tersebut menyingkirkan 31 pesaingnya. Durian ini bisa menjadi juara karena memilik rasa manis, pahit, serta legit serta memiliki daging yang tebal.

Adib (34), ketua panitia kontes mengatakan, syarat utama untuk mengikuti kontes adalah durian asli Wonosalam. Bagi durian yang sudah menjadi juara pada tahun – tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lagi.

“Pokok syarat utamanya harus durian asli Wonosalam, tahun kemarin di menangkan oleh Durian Mrico asal Desa Jarak. Sekarang sudah tak diperbolehkan ikut, supaya bisa kasih kesempatan buat yang lainnya,”ucapnya saat ditemui kabarjatim.com di lokasi kontes.

Peserta, lanjut Adib, berjumlah 32 semua para petani asli Wonosalam. Untuk mengetahui bahwa ini asli durian Wonosalam, para peserta harus memawa surat keterangan dari Desanya.

“Sebenarnya kalau di Wonosalam, ada ribuan varietas atau jenis durian, namun yang berani ikut kontes hanya 32 saja, kemungkinan yang lain takut atau sudah mengira kalau tidak bakalan menang,”imbuhnya.

“Sebagai pembuktian bahwa itu benar – benar durian hasil dari lahannya, kita meminta keterangan dari RW serta Desa setempat,”tandasnya.

Sebagai kriteria penilaian para juri, buah durian yang diperlombakan ditimbang lebih dulu. Kemudian dibelah dan dirasakan. Usai juri memberikan penilaian, selanjutnya di ambil 9 kontestan dengan nilai tertinggi. Setelahnya durian diambil dagingnya dan ditimbang lagi. Daging yang paling banyak akan menjadi juaranya.

Kontes tersebut pun tak luput dari banyaknya warga yang hadir, baik warga sekitar maupun luar daerah. Tak sedikit pula pengunjung harus menelan ludah ketika melihat durian yang dibelah, karena dari aromanya saja sudah terlihat bahwa durian tersebut rasanya pasti mantab.

Bagi peserta yang keluar sebagai juara, akan diberikan piagam serta uang sebagai pembinaan. Dan besoknya pada acara puncak yaitu Kenduren Durian, durian yang jadi juara akan di tampilkan serta di lelangkan.

Editor Nurul Arifin