Duet Prabowo-AHY Lebih Ideal untuk Tandingi Jokowi dan Pasangannya

oleh -
Ilustrasi Prabowo-AHY
Ilustrasi Prabowo-AHY

JAKARTA-Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sepertinya sudah mengerucut sebuah pasangan Capres dan Cawapres. Pengamat politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, jika terjadi duet Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih menjual.

“Artinya bisa menjadi lawan tanding yang sebanding jika head to head dengan Jokowi dan pasangannya,” ujar Pangi Saat dihubungi, Rabu (25/7/2018).

Prabowo-AHY, kata Pangi, paling masuk akal karena AHY seorang anak muda. Berbanding lurus dengan keberadaan 40 persen atau 80 juta pemilih di Pemilu adalah milenial atau berusia 17 sampai 38 tahun.

“AHY memiliki Racikan eletoral yang tinggi. Dia tertinggi sebagai cawapres berdasarkan hasil sejumlah survei, bahkan mengalah Pak JK. Pak SBY juga punya pengalaman langsung di pemerintahan, jadi mentornya nanti bisa langsung Pak SBY,” jelasnya.

Di samping itu, AHY terbantu dengan mesin Partai Gerindra yang sudah memiliki investasi elektoral sebanyak 10 persen. “Itu akan menggerakkan AHY. Dan tak kalah penting, AHY juga intelektual. Itu penting untuk menjadi pertimbangan Prabowo,” katanya.

Sementara itu, Politik memang berkembang secara dinamis. Dari hasil pertemuan Prabowo-SBY belum ada pernyataan resmi siapa pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019. Kata Pangi, Partai Gerindra bisa rugi dua kali jika Prabowo menyerahkan tiket calon presiden kepada orang lain. Suara Gerindra jeblok di Pemilu Legislatif dan calon yang diusung Gerindra kalah di Pilpres mendatang. @VIN