Dua Ribu Lebih TPS di Sumenep Selesai di Coklit

oleh -

SUMENEP: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah melalukan pencocokan dan penelitian (Coklit) di dua ribu lebih tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilihan Serentak Lanjutan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada tanggal 9 Desember 2020.

Dari coklit yang dilaksanakan sejak 15 Juli lalu itu, KPU setempat telah menerima hasil coklit sekitar 95 persen dari data yang di coklit sebanyak 889 ribu lebih data A-KWK.

Dari data pemilih itu juga diketahui ada beberapa pemilih yang meninggal atau tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga dilakukan penghapusan. Angka yang tidak memenuhi syarat tersebut yakni sekitar 44 ribu pemilih.

Komisioner KPU Sumenep, Syaifur Rahman menjelaskan, saat ini KPU telah menerima hasil coklit dari tingkat desa. Dari laporan yang diterimanya per tanggal 5 Agustus 2020, sudah ada 2168 TPS yang selesai dilakukan coklit.

“Alhamdulillah, pertanggal 5 Agustus petugas sudah menyelesaikan coklit 95 persen atau sebanyak 2168 TPS selesai di coklit dari data total sebanyak 2500 TPS,” katanya, Jumat 7 Agustus 2020.

Data yang belum diterimanya itu masih dalam proses pencoklitan. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) hingga saat ini masih melakukan pencoklitan di beberapa daerah. Sebab lanjut Syaifur, 13 kecamatan telah dinyatakan selesai pencoklitan.

“Sudah ada 13 kecamatan yang menyelesaikan tahapan pencoklitan, atau ada 281 desa dari total desa/kelurahan 334 yang ada di Sumenep,” jelasnya.

Syaifur juga menjelaskan, jika pada A-KWK sebelum di coklit sebanyak 889 ribu pemilih, dimungkinkan pada Pemilihan yang jatuh pada 9 Desember 2020 nanti akan berkurang. Sebab berdasarkan data sementara yang masuk, angka tidak memenuhi syarat dengan pemilih baru tidak sebanding.

“Data yang TMS lebih banyak dari pada data pemilih baru. Untuk pemilih yang tidak masuk di A-KWK yang memenuhi syarat sebagai pemilih, langsung kami masukkan di Formulir model A.A-KWK. Sebaliknya, yang sudah tidak memenuhi syarat kami hapus dari daftar pemilih,” tandasnya.

Sementara diketahui, kegiatan coklit itu masih akan berlangsung hingga 13 Agustus 2020 mendatang. Sehingga, kemungkinan temuan data pemilih yang meninggal dunia atau calon pemilih baru yang memenuhi syarat masih akan terus bertambah. NOE