Dua Calo SIM Dibekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo

oleh -
Dua Calo SIM Dibekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo
Dua Calo SIM Dibekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo

SIDOARJO– Satreskrim Polresta Sidoarjo meringkus dua perempuan diduga calo pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang biasa mangkal disekitar Mapolresta , Jumat (1/2/2019).

Kedua perempuan itu, yakni Ika Mayasari (42) warga Dusun Wonokerto Barat Desa Kedung Wonokerto Kecamatan Prambon dan
Eva (42) warga Desa Kalijaten Kecamatan Taman.

Keduanya ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengurus SIM lewat perantara keduanya dengan harga 10 kali lipat dari ketentuan Satlantas Polresta Sidoarjo.

Dedy Fachrudin warga Desa Sumokembangsri Kecamatan Balongbendo adalah korban yang berani melaporkan ulah kedua calo tersebut. Dedy ditipu oleh kedua pelaku dalam pengurusan SIM. Untuk pengurusan SIM B1 baru, Dedy diminta menyediakan uang sebesar Rp 1,5 juta

Akan tetapi, sampai beberapa minggu SIM yang ditunggu oleh Dedy tidak kunjung jadi.

“Apa yang dilakukan keduanya, masuk modus penipuan. Tarif yang diminta ke pemohon, sangat fantastis. Yakni jauh diatas ketetapan Satlantas Polresta Sidoarjo. SIM langsung jadi tanpa ada proses tes maupun praktek, itu bualan penipu dalam mencari mangsa penipuan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho.

Zain menegaskan, dalam aturan pengurusan SIM maupun perpanjangan, sudah ada ketentuannya. Setiap pemohon SIM harus menjalani dan melaksanakan prosedur yang ada.

Untuk pemohon SIM diberlakukan sama, semua harus mengikuti prosedur. Sangat tidak benar sampai ada yang langsung foto terus jadi, tanpa melalui tes maupun praktek. “Tidak pakai tes dan praktek, hanya diucapkan oleh orang tak bertanggung jawab seperti kedua pelaku yang melakukan penipuan-penipuan terhadap para korbannya,” cetus Zain.

Zain juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai orang tak bertanggungjawab yang keliaran di Mapolresta Sidoarjo, dan menyanggupi bisa menguruskan SIM secara cepat.

“Untuk pengurusan SIM, silakan masyarakat untuk mengurusnya sendiri. Pengurusan SIM mudah sekali, banyak yang sekali daftar dan menjalani proses lansung lulus. Untuk pengurusan SIM, daftarnya bisa via online atau aplikasi E-SIM Sidoarjo,” harap mantan Sekpri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian itu.

Sementara itu, Dedy korban penipuan pengurusan SIM mengaku dirinya didatangi oleh kedua di rumahnya. Dia juga diminta menyediakan uang Rp 1,5 juta.

“Kedua pelaku mendatangi saya, kemudian saya diminta menyediakan uang. Setelah uang saya berikan, SIM tak kunjung jadi. Sesudah laporan ke polisi, saya akhirnya mengurus SIM sendiri dan bisa lulus. Sekarang sudah memilik SIM, ternyata sangat mudah mengurus SIM tanpa melalui calo,” ungkap Dedy.

editor : Nurul Arifin