Driver Ojol Cabuli Anak Gadis, Korban Nyaris Kehilangan Keperawanannya

oleh -

JOMBANG – Seorang pengemudi ojek online (Ojol) harus berurusan dengan Kepolisian Resort (Polres) Jombang, lantaran mencabuli penumpangnya yang masih di bawah umur. Korban atas nama SAA (14), yang masih berstatus sebagai pelajar berasal dari Kecamatan Peterongan.

Tersangka pencabulan yakni, Yulianto (40), warga Jalan. Dr. Soetomo GG. I/182 RT.01 RW. 03 Desa Jombatan, kecamatan/Kabupaten Jombang, yang kini mendekam di Mapolres Jombang guna pertanggungjawabkan perbuatannya.

Penangkapan tersangka berawal dari laporan keluarga korban, bahwa salah satu anggota keluarganya mendapat perlakuan tak senonoh yang dilakukan oleh tersangka.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP. Azi Pratas Guspitu memaparkan, mendapat laporan telah terjadi tindak asusila dari seorang pengemudi ojek online kepada anak di bawah umur.

“Kami dapat laporan telah terjadi tindak asusila, lantas kami segera mencari tersangka kemudian mengamankannya. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di unit PPA (perlindungan perempuan dan anak),” ujarnya, Selasa (22/01/2019).

Modus tersangka, lanjut Azi, yakni tersangka merayu korban untuk di ajak jalan – jalan serta nongkrong di warung kopi. Hal itu terjadi ketika korban hendak pulang ke rumah dengan memesan ojek online lewat aplikasi grab.

“Kejadiannya pada Jum’at (18/01), sekitar pukul 18.30 WIB. korban naik ojol untuk pulang dari rumah temannya yang berada di wilayah Desa Tunggorono. Di tengah perjalanan, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke daerah Pare, namun ditolak oleh korban. Tak hilang akal pelaku terus merayu dan mengajak korban ngopi, dan akhirnya korban pun mau,” ujarnya.

Untuk mengelabuhi aplikasi, masih kata Azi, agar terlihat sudah mengantar penumpang sampai tujuan, pelaku membawa kendaraan sampai dekat rumah korban. Namun tak sampai rumah korban, pelaku berhenti dan mengonfirmasi bahwa pelanggan telah sampai tujuan.

“Setelah tersangka mengonfirmasi aplikasinya, sebelum pergi ngopi, tersangka mengajak korban mampir di rumah kakaknya dengan alasan ia mandi dulu,” imbuhnya.

“Nah, saat sudah di dalam rumah korban meminta tersangka mengisi baterai HP-nya. Kemudian ia menyuruh korban masuk ke dalam kamar. Saat di dalam kamar itulah korban dicabuli. Korban kemudian memberontak dan mengancam berteriak minta tolong. Akhirnya pelaku ketakutan dan menghentikan perbuatannya, ” katanya.

Saat ini tersangka sudah mendekam di Mapolres Jombang, beserta sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit HP, jaket ojol hitam kombinasi hijau, satu unit sepeda motor Honda Vario hitam nopol AG 5073 KKB, satu jaket Levi’s biru, dan satu buah leging hitam.

Pelaku hanya bisa pasrah saat menjalani proses pemeriksaan. Kepada petugas dirinya mengaku baru sekitar empat bulan menjadi driver ojol. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Editor : Ahmad Saefullah