DPRD Sumenep Sidak Jalan Hotmix Diduga Tak Sesuai RAB

oleh -

SUMENEP: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerjaan jalan dengan bahan hotmix di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan. Dalam sidak tersebut, DPRD dari Komisi III ini menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

Para wakil rakyat itu melakukan sidak setelah sebelumnya sejumlah aktifis menemui mereka di gedung parlemen. Dari hasil temuan para aktifis itu, jalan yang masih baru dibangun di beberapa titik mengalami kerusakan.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dul Siam menjelaskan jika sidak tersebut dilakukan untuk memastikan apakah benar hasil temuan para aktifis terkait jalan tersebut rusak. Dari sidak itulah, para wakil rakyat ini menemukan adanya ketidaksesuaian dengan RAB yang ada.

“Kami menemukan adanya kejanggalan. Yakni, ketidaksesuaian antara RAB dengan hasil pekerjaan di lapangan. Kemiringan di tepi jalan tidak sesuai,” kata Dul Siam kepada sejumlah media yang ikut ke lokasi. Rabu, 8 Juli 2020.

Temuan atas rusaknya pekerjaan jalan hotmix di Prenduan menuju Brumbung, Kecamatan Pragaan itu lantaran ketebalannya masih menjadi pertanyaan. Intinya, pada pekerjaan ada beberapa item yang tidak sesuai dengan RAB.

“Jika kualitas dan ketidak sesuaian ini bisa menyebabkan kerugian negara, maka ranahnya bisa korupsi. lihat saja nanti,” jelasnya.

Kata dia, hasil temuan di lapangan tersebut akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat di Internal komisi. Untuk menentukan langkah selanjutnya. “Tetap kami akan mengambil dengan alasan perbaikan. Jelas, itu pekerjaan terkesan kualitasny jelek,” tandasnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto tidak menampik soal adanya kerusakan badan jalan tersebut. Kata dia, kekurangan itu terjadi lantaran faktor medan yang tidak memungkinkan. Lantaran ada tanjakan, sehingga harus dikerjakan manual.

“Ada yang terjadi kerusakan sedikit, tapi tetap akan dilakukan perbaikan. Karena sampai saat ini masih belum di serahkan ke dinas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Eri, jalan hotmix tersebut masih belum dibayar. Termasuk juga dinas belum melakukan uji lab dan teknis lainnya. Sehingga masih dalam tahap perbaikan. “Jadi ada tahapannya sebelum dilakukan pembayaran. Intinya itu belum dibayar. Sementara untuk pemeliharaan masih rekanan sampai bulan november,” tandasnya. NOE