DPRD Sumenep Prihatin Soal Anjloknya Harga Tembakau

oleh -

SUMENEP: Petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dibuat resah lantaran harga tembakau tidak jelas. Anjloknya harga tembakau di kabupaten ujung timur Madura ini sudah untuk kesekian kalinya.

Tidak menentunya harga tembakau petani ini justru diperparah dengan belum adanya regulasi yanh dikeluarkan oleh pemerintah yang mengatur khusus tentang penentuan harga komoditas tembakau. Semestinya, petani tembakau ini harus mampu berdaulat atas hasil kerjanya.

“Regulasi yang mengatur harga tembakau itu gak ada, karena tembakau masih di klasifikasikan sebagai barang bebas yang tidak ada aturan harga dan volumenya. Untuk garam dan tembakau terkait harga sampai hari ini tidak diatur,” kata Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Zubaidi.

Kata dia, regulasi yang mengatur tentang harga tembakau terkendala karena belum adanya dasar dari pemerintah pusat untuk harga tembakau. Sehingga pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak.

Pemerintah lanjut Zubaidi hanya bisa berusaha sebisa mungkin agar perusahaan yang menampung tembakau petani agar menggunakan hati nuraninya. Sehingga bisa menstabilkan harga tembakau dan tidak membuat petani merugi.

“Tentu kami berusaha sebaik mungkin agar gudang penampung tembakau petani membeli dengan harga yang sesuai. Kami meminta dan menekan pergudangan untuk membeli tembakau jangan terlalu murah, menggunakan hati nurani karena kasian masyarakat,” jelasnya.

Sementara sampai saat ini penentuan harga tembakau petani masih melalui skema break event point (BEP). Skema tersebut pada umumnya digunakan untuk menghitung kapan usaha atau bisnis tersebut akan menguntungkan dengan menyamakan total pendapatan dengan biaya. Dalam skema ini, petani tidak diikutkan dalam merumuskan harga. NOE