DPMD Sumenep: Caleg Tidak Boleh Nyalon Kades

oleh -
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Ahmad Masuni
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Ahmad Masuni

SUMENEP– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Ahmad Masuni menyebut calon legislatif (Caleg) yang sudah masuk dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019 tidak boleh mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Jangankan mencalonkan kepala desa, lanjut Masuni, aparatur desa yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif saja harus mengundurkan diri. “Tidak boleh, aturannya sudah jelas,” terangnya.

Selain itu, Caleg yang akan berkompetisi pada 17 April 2019 mendatang tersebut juga tidak diperbolehkan mencalonkan diri sebagai calon kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW).

Caleg boleh mendaftar sebagai calon kepala desa PAW jika proses pemilihan dilakukan setelah Pemilu 2019. Apabila dilakukan sebelum Pemilu, maka tidak diperbolehkan.

Masuni kemudian mencontohkan ke Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget yang akan menyelenggarakan PAW dalam bulan ini. Ia menyebut, Caleg tidak boleh ikut nyalon.

“Gak boleh. Kayak Kertasada itu. Jadi (Caleg) tetap tidak boleh mendaftar,” tegasnya.

Diketahui, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, akan melakukan PAW Kepala Desa karena Kepala Desa sebelumnya telah divonis atas kasus korupsi PTSL atau melanggar Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1991 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Rencananya, PAW Desa Kertasada tersebut akan digelar bulan ini. “Kemarin sudah rapat disana (Desa Kertasada). Insya Allah pemilihan bulan-bulan ini,” tandas Masuni.

Editor : Nurul Arifin