DLH Bertekad Kembalikan Piala Adipura ke Sumenep

SUMENEP: Berbagai upaya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Jawa Timur, dalam menyongsong Piala Adipura 2022.

Terbaru, instansi pemerintah dibawah komando Arif Susanto ini, menerapkan jurus-jurus jitu guna memboyong piala kota bersih tersebut.

“Selain itu, kami juga menekankan kebersihan jalan dan bahu jalan, serta fasilitas umum,” ucap Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto.

Adapun jurus jitu yang digencarkan guna menyongsong Piala Adipura 2022 meliputi optimalisasi pemanfaatan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Memastikan pelaksanaan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Dan terus melakukan sosialisasi dan pengawalan masyarakat terkait penanganan dan pengolahan sampah.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mampu memboyong Piala Adipura,” ujarnya.

Melalui terobosan itu, diharapkan mampu mempermulus pencapaian Kabupaten Sumenep dalam menyabet penghargaan kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan bergengsi tersebut.

Disampaikan, optimalisasi TPS dan TPA salah satunya dengan cara melakukan penyemprotan desinfektan untuk mengurangi perkembangbiakan lalat.

“Kami juga memastikan dan melakukan peninjauan disetiap kantor-kantor, sekolah, perumahan serta tempat fasilitas umum untuk memiliki tempat sampah terpilah,” jelasnya.

Sementara itu, pengelolaan sampah di Kota Sumekar ini sudah menggunakan metode lahan urug terkendali atau biasa dikenal dengan Controlled Landfill yang merupakan peningkatan dari cara pembuangan terbuka (Open Dumping).

Baca Juga  Kades Bragung Lepas Peserta JJS, Petanda Lomba HUT RI Ke 77 Dimulai

Sistem kinerja Controlled Landfill yaitu dengan cara meratakan dan memadatkan sampah yang datang setiap hari dengan menggunakan alat berat.

Kemudian, sampah yang telah dipadatkan menjadi sebuah sel, dilapisi dengan tanah. Tujuannya untuk mengurangi bau, perkembangbiakan lalat dan keluarnya gas metana.

“Sebenarnya upaya yang kami lakukan bukan dilakukan hanya untuk mengikuti ajang Piala Adipura. Namun pengelolaan sampah dan kebersihan sudah menjadi rutinitas DLH Sumenep,” jelas Arif.

Di tahun ini, tim penilai Piala Adipura 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) melakukan penilaian langsung ke Sumenep.

Menjadi fokus pemantauan di antaranya Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kantor DLH Sumenep, dan sejumlah kantor OPD lainnya. Termasuk sejumlah sekolah, rumah sakit, perumahan dan lainnya.

Namun dengan telah tertatanya pengelolaan kebersihan dan sampah, DLH Sumenep optimis Piala Adipura 2022 bakal disabet kabupaten ujung timur Pulau Madura itu.