Ditlantas Polda Jatim Razia Kecepatan Kendaraan di Tol Jombang-Mojokerto

oleh -
Razia Tol Dengan speed gun (Nurul Hidayat/Kabarjatim)
Razia Tol Dengan speed gun (Nurul Hidayat/Kabarjatim)

JOMBANG-Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur bersama Satuan Laulintas (Satlantas) Polres Jombang menggelar razia pelanggaran kecepatan kendaraan di ruas Tol Jombang Mojokerto, Tepatnya di KM 689 Arah Jombang. Hasilnya 34 kendaraan ditindak di Pintu exit Tol Bandar Kedungmulyo.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP. M. Budi Hendrawan, mengatakan hampir 40 persen pengguna jalan tol melakukan pelanggaran batas kecepatan.

“Seperti yang ada lihat sendiri, banyak sekali yang melanggar batas kecepatan maximal 100 KM/perjam, ada yang mencapai 140 kilometer perjam,” jelasnya saat di Pintu exit Tol Bandar Kedungmulyo, Rabu (17/10/2018).

Mereka yang tertangkap dalam speed gun, akan langsung ditindak dengan e-tilang di pintu tol exit bandar. dan dapat langsung melanjutkan perjalanan setelah membayar denda melalui bank yang sudah ditunjuk sesuai dengan besaran denda.

Kondisi jalan tol yang masih baru dan sepi menjadi salah satu pemicu bagi pengguna Tol Jombang – Mojokerto untuk memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan maksimum.

“Dengan dengan tingginya kecepatan saat melalui jalan tol maka lalai sedikit saja dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Kinerja speed gun sendiri menurut budi yakni, Alat itu akan merekam seluruh aktivitas batas kecepatan kendaraan yang melaju kencang dalam koridor pengawasannya.

Apabila ada pelanggar maka hasilnya akan diketahui melalui Foto yang dikirim melalui pesan digital kepada petugas yang menindak.

“Hal ini agar para pelanggar tidak bisa lagi berkilah, karena dalam foto tersebut tertera nopol, penunjuk kecepatan serta lokasi,” pungkasnya.

Angka Kecelakaan di jalan Tol Tinggi

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur mencatat selama Januari Hingga September 2018 angka kecelakaaan di Tol Jombang – Surabaya mencapai 54 Kejadian.

“Dari total kejadian tersebut sebanyak 26 Korban luka – luka dan tiga meninggal dunia,” ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP. M. Budi Hendrawan.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar para pengguna jalan tol mematuhi segala rambu dan marka yang ada di jalan tol. Dan bagi pengguna jalan tol hendaknya seluruh penumpangnya menggunakan sabuk pengaman atau safety belt.

“Kebiasaan hanya penumpang depan saja menggunakan, padahal ketika terjadi kecelaakaan semua penumpang berisiko sama,” pungkasnya. @VIN