Distributor Miras Surabaya, Aman Jual Beli di Bulan Ramadhan

oleh -

SURABAYA – Bulan Ramadhan beberapa hari lagi akan habis dan memasuki lebaran Idul Fitri 2019.

Selama bulan Ramadhan pihak Pemkot Surabaya melalui Dinas Pariwisata Surabaya mengeluarkan anjuran kepada pihak Tempat hiburan malam wajib tutup.

Tidak menutup kemungkinan juga para penjual minuman keras (Miras) untuk tidak beroprasional.

Namun salah satu tempat ternyata tidak menghindahkan peraturan daerah (Perda) Surabaya. 

Distributor minuman keras yang berada di Jl. Jagir Wonokromo Wetan No.27, merupakan agen penjual minuman keras yang dikategorikan terbesar di kota Surabaya.

Dari pengaduhan salah satu warga sebut saja Supriyana (58) ibu ibu warga Sekitaran toko distributor miras tersebut memberikan keterangan, bahwa toko tersebut Oprasional buka sejak tanggal 30 Mei 2019 kemarin.

“Sejak awal puasa toko itu tutup namun kemarin 4 hari yang lalu terlihat Oprasional, “ ujarnya saat di temui kabarjatim.com Minggu (2/6/2019).

Informasikan yang masuk dilanjutkan oleh kabarjatim.com kepada pihak distributor miras. Sekitar pukul 15.45 wib di toko terlihat aktifitas 4 pria yang sedang menata botol botol miras dan terlihat juga salah satu kasir seorang wanita keturunan Tionghoa.

Meja tempat sang kasir duduk terlihat beberapa foto para perwira menengah dari jajaran Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. kepolisian terpasang di tembok.

Saat dikonfirmasi tentang aktifitas jual beli miras pada bulan Ramadhan pihaknya memberikan keterangan. 

“Saya memang buka (Oprasional) beberapa hari ini, kan sudah lebaran, kan tidak apa apa…“ ujarnya kepada tkabarjatim.com.

Berlanjut keterangan yang diberikan oleh aparat kampung wakil RT.3 RW. 6, Munir memberikan keterangan tentang aktifitas jual beli miras milik Martin.

Munir mengaku pihak kampung sudah pasrah dengan beberapa himbauan kepada Martin untuk tidak menjual miras di bulan Ramadhan.

“Percuma mas, kita kerap mengimbau dan juga melarang, tapi karena backing (pembela dari pihak aparat) cukup besar sehingga kita sering di remehkan,” ujar Munir.

Munir juga menambahkan pihaknya yaitu ketua RT dan RW pernah ditegur oleh aparat Kepolisian setempat, agar tidak mendemo aktifitas toko miras yang dimiliki oleh Martin.

Dengan pengaduhan yang dirasa oleh warga sekitar tentang aktifitas distributor penjual miras tersebut, apa tidak ada langkah tegas dari pihak pemerintah kota Surabaya dengan mengacu dari Perda yang ada?.