Disidak DPRD Sumenep, Pembangunan Pasar Batuan Terkesan Disembunyikan

oleh -

SUMENEP: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Pasar Tradisional Batuan.

Dari sidak itu, ditemukan bahwa lahan pasar tersebut tengah mengalami sengketa. Hanya saja, pembangunannya tetap berlangsung.

Komisi II DPRD Sumenep saat sidak mengaku tidak tahu menahu soal pengerjaan proyek pasae tersebut. Bahkan pelaksanaannya dituding tidak transparan alias disembunyikan.

“Ini dari perencanaannya sampai hari ini saya kan tidak tahu, saya baru tahu pas lagi dibangun, tiba-tiba ada pembangunan pasar,” kata Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Ahmad Zubaidi.

Dia mengaku, ketidaktahuan dirinya atas pengerjaan proyek tersebut karena baru menjabat sebagai Ketua Komisi II. Sementara sebelumnya, dia 10 tahun menjabat di Komisi IV.

“Jadi itu, saya ini kan tidak tahu menahu. Baru menjabat tiba-tiba ada pengerjaan pasar ini, apalagi saya dulu di komisi IV,” jelasnya.

Bahkan Subaidi, mengaku tidak tahu anggaran pembangunan pasar tradisional tersebut. “Kalau saya pribadi tidak tahu dong, ini butuh informasi dari berbagai pihak,” tegasnya.

Apalagi kata dia, sejak beberapa waktu lalu wakil rakyat di kursi parlemen disibukan dengan pembahasan APBD 2020. Sehingga tidak bisa mengecek APBD 2019, termasuk realisasi anggaran.

“Tidak pernah (kroscek), karena beberapa waktu lalu kami disibukan dengan pembahasan APBD 2020, saya masih baru masuk belum sempat mempelajari,” jelasnya.

Untuk diketahui, kepemilikan lahan yang direncanakan akan dibangun pasar tradisional di Kecamatan Batuan dinilai bermasalah.

Sebab, tanah tersebut merupakan milik R. Soehartono. Bukti kepemilikan itu dibuktikan dengan akte jual beli dan hasil putusan PTUN dan putusan dari PN Sumenep.

Meski begitu, pengerjaan proyek Pasar Batuan tersebut hingga kini tetap berlangsung.(Noe)