Dinyatakan TMS, Dua Bacaleg Gugat KPU ke Panwaslu

oleh -
Suasana di Bawaslu Sidoarjo (Muhaimin/Kabarjatim)
Suasana di Bawaslu Sidoarjo (Muhaimin/Kabarjatim)

SIDOARJO– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Sidoarjo menyatakan tiga Bacaleg dari tiga Parpol berbeda Tidak Memenuhi Syarat (TMS), karena berdasyarkan PKPU No 20 Tahun 2018 Pasal 4 Ayat 3, ketiga Bacaleg tersebut pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

Bacaleg tersebut yakni, Sumi Harsono dari PDI-P Dapil Sidoarjo 1 nomor urut 2, Mustafad Ridwan Bacaleg PBB Dapil Sidoarjo 5 nomor urut 1 serta Nasrullah Bacaleg PPP Dapil Sidoarjo 6.

Walaupun begitu, dua dari tiga Bacaleg yang di nyatakan TMS oleh KPU yaitu, Sumi Harsono dan Mustafad Ridlwan tidak patah semangat untuk mempertahankan hak politiknya.

Siang ini, kedua mantan anggota DPRD Sidoarjo periode 2004-2009 ini mendatangi kantor Panwaslu Sidoarjo untuk mengajukan permohonan sengketa pemilu.

“Kedua Bacaleg sudah konsultasi ke Panwaslu Sidoarjo, soal TMS ini kemarin. Dan hari ini secara resmi keduanya memasukkan permohonan sengketa pemilu,” kata M.Rasul ketua Panwaslu Kabupaten Sidoarjo, Selasa (24/7/2018).

Menurut Rasul, sesuai mekanisme, Bacaleg yang tidak puas atas keputusan KPU, bisa mengajukan gugatan sengketa pemilu maksimal tiga hari sejak keputusan KPU dikeluarkan.
Selanjutnya, Panwaslu akan menerima, memeriksa, mengkaji dan memutuskan sengketa pemilu termasuk didalamnya soal pencalegan selama 12 hari ke depan.

“Langkah pertama Panwaslu akan melakukan mediasi, antara penggugat, tergugat (KPU) dan Parpol pengusung. Jka langkah ini tidak ada kesepakatan, maka Bawaslu melakukan ajudikasi persidangan, sesuai Peraturan Bawaslu RI no 18 tahun 2018 tentang penyelesaian sengketa pemilu,” jlentreh Rasul.

Masih menurut Rasul, pada proses Ajudikasi itu, Bawaslu juga akan melakukan konsultasi ke Bawaslu Propinsi Jawa Timur.

“Pada akhirnya nanti Panwaslu akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan sengketa tersebut, dengan berbagai pertimbangan dan dasar hukum yang ada,” pungkas pria berkaca mata itu.@VIN