Dinkes Sampang Berikan Pernyataan Soal Bayi Meninggal Diduga Akibat Vaksin BCG

oleh -
Asrul sani sekretaris dinkes Sampang baju batik biru hitam di dampingi Dr yuliono saat memberikan penjelasan tentang vaksin BCG pada wartawan
Asrul sani sekretaris dinkes Sampang baju batik biru hitam di dampingi Dr yuliono saat memberikan penjelasan tentang vaksin BCG pada wartawan

SAMPANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang memberikan pernyataan terkait bayi berumur 11 hari asal Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal meninggal dunia. Dugaan semula, bayi tersebut meninggal akibat dari pemberian Vaksin BCG (Bacillus Calmette Gueri) namun pihak Dinkes menyatakan, pemberian Vaksin tersebut sudah sesuai prosedur.

Sekretaris Dinkes Sampang Asrul sani menjelaskan prosedur yang dilakukan oleh bidan setempat sudah sesuai. Mulai, dari cara pemberiannya, kondisi bayinya, dan juga vaksinnya sudah standart. Ia bahkan mempertegas kalau pemberian vaksin BCG tidak ada hubungannya dengan kematian bayi. Menurutnya vaksinasi BCG itu untuk pencegahan TBC.

“Sebenarnya tidak ada hubungan pemberian imunisasi BCG dengan kasus meninggalnya bayi di desa sawah tengah, karena vaksin itu dapat diberikan secepat mungkin pada bayi mengingat kabupaten sampang banyak penderita TBC,” Jelasnya pada wartawan Kamis (14/02/2020).

Menurutnya, imunisasi vaksin BCG itu dapat diberikan sebelum bayi berumur satu bulan karena bila melebihi dari satu bulan kemungkinan bayi bisa terinveksi kuman TBC, dan secara umum kalau kondisi bayi sehat maka kemungkinan akan dilakukan imunisasi.

“Sedini mungkin vaksin BCG itu diberikan , kalau kondisi bayinya itu tidak sakit, tidak demam itu kita lakukan,” ujarnya.

Kemudian, Dr Yuliono yang ikut mendampingi menambahkan, selama ini belum ada reaksi akibat suntikan dari vaksin BCG itu, dan bila ada kemungkinan reaksi yang muncul cuma bintik- bintik mirah. Menurutnya yang memberikan efek berat pada bayi itu seperti Imunisasi Difteri, pertusis dan tutanus ( DPT).

“Karena begini, lebih baik secepatnya bayi diimunisasi BCG sebelum diimunisasi oleh alam, siapa alam itu yaitu penyaki TBC itu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Bayi berumur 11 hari meninggal dunia yanyakni Nur Aqifah putri pertama dari Zainal Arifin (31) dan Novita Sari (21) warga asal Dusun Klobur Desa Sawah Tengah Kecamatan Robatal Sampang Madura.

Berdasarkan keterangan keluarganya, sebelum putrinya diimunisasi tidak ada masalah pada kesehatannya, baru setelah diimunisasi itu mengalami panas dan menangis secara terus menerus hingga mengalami kejang dan ketika dibawa ke bidan setempat dinyatakan sudah meninggal dunia.

‚ÄúSebelum divaksin kondisinya sehat dan setelah disuntik tubuh anak saya mulai berubah dengan kondisi panas sambil menangis terus. Kemudian saya bawa ke polindes nyampek disana anak saya sudah meninggal,” ujar Zainal. VIN