Di Sumenep, 3 Orang Penyelenggara Meninggal, 28 Orang Jatuh Sakit

oleh -

SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, mencatat hingga hari ini sudah ada 28 orang panitia penyelenggara dan panitia pengawas TPS yang jatuh sakit usai mengurusi TPS.

Sementara, yang meninggal dunia usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini sudah ada 3 orang. 3 orang penyelenggaran Pemilu yang meninggal dunia itu terdiri dari dua orang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Mereka bekerja di masing-masing Kecamatan Batang-Batang dan Dasuk. Sementara satu lainnya ialah Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Gapura.

Dari 3 orang penyelenggara Pemilu di kabupaten paling timur Pulau Madura itu meninggal diduga karena kelelahan saat menjalankan tugasnnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Abdul Warits mengungkapkan, selain tiga penyelenggaran Pemilu yang meninggal dunia itu, saat ini ada sekitar delapan orang penyelenggaran yang jatuh sakit.

“Yang meninggal ada tiga orang, sementara penyelenggara Pemilu 2019 yang sakit jumlahnya sekitar delapan orang. Saat ini mereka sudah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,” katanya.

Sementara Bawaslu Sumenep mencatat, sedikitnya ada sekitar 20 orang pengawas Pemilu 2019 di Kabupaten Sumenep, mulai dari tingkat kecamatan (Panwascam) hingga pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), jatuh sakit.

Mereka sakit akibat kelelahan menjalankan tugasnya melakukan pengawasan untuk memastikan Pemilu berjalan sesuai aturan. Para pengawas yang sakit itu harus dirawat di Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Ada sekitar 20 orang dari unsur Panwascam dan PTPS kami yang mengalami sakit pasca 17 April kemarin,” kata Komisioner Bawaslu Sumenep, Abdur Rahem.

Dari banyaknya panitia penyelenggara dan panitia pengawas TPS itu masih belum diyakini akan ada bantuan semisal biaya perawatan mereka akan ditanggung KPU atau Bawaslu.

“Selama ini masih belum ada (bantuan),” terang Rahem.

Menurut dia, sejauh ini pihaknya masih mengajukan agar para pengawas yang sakit itu mendapat insentif. “Kami sedang berupaya agar semua pejuang demokrasi itu bisa mendapat dana insentif. Saat ini sedang kami ajukan. Namun belum ada kejelasan,” tandasnya.

Editor.  : Rusmiyanto