Dewan Pendidikan Minta Disdik Sumenep Regrouping Sekolah Minim Siswa

oleh -

SUMENEP – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk melakukan regrouping terhadap sekolah yang tidak layak beroperasi atau minim siswa.

Sekretaris DPKS Mohamad Suhaidi mengatakan, apabila sekolah sudah minim siswa, maka Disdik seharusnya mengambil langkah, salah satunya dengan meregrouping sekolah tersebut.

“Kami, DPKS menunggu langkah tegas Plt (Pelaksana tugas) kepala Disdik Sumenep untuk melakukan regrouping sekolah yang tidak layak atau minim siswa,” katanya, Kamis (14/2/2019).

Suhaidi menilai, salah satu penyebab minimnya siswa di sekolah karena kepala sekolah yang kurang komunikatif dengan masyarakat sekitar. Apabila dibiarkan, siswa di sekolah yang minim siswanya pasti semakin tidak diminati.

“Untuk itu saya berharap Disdik Sumenep segera mengambil langkah. Kalau tidak mau regrouping, bisa dengan memutasi kepala sekolah,” terang mantan aktivis PMII itu.

Untuk diketahui, salah satu sekolah di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, hanya memiliki 24 orang siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI di tahun pelajaran 2018-2019.

Padahal sekolah SDN Sentol Laok ini merupakan satu-satunya sekolah yang ada di desa setempat. Adapun jumlah warga di Desa Sentol Laok yakni 750.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Disdik Sumenep, Mohamad Saedi mengatakan masih akan melakukan peninjauan terhadap sekolah di Desa Sentol Laok itu.

Menurutnya, untuk melakukan regrouping ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya kondisi geografis sekolah tersebut.

“Yang jelas akan kami pelajari dulu apakah sekolah tersebut tidak sehat atau bagaimana. Atau mungkin karena pihak sekolah kurang komunikasi dengan masyarakat. Jadi tidak semena-mena untuk melakukan penindakan,” terangnya.

Apabila sekolah tersebut sudah tidak sehat, maka akan dilakukan musyawarah dengan masyarakat desa tersebut apakah akan di regrouping atau tidak. “Dan kalau kepala sekolahnya yang kurang komunikasi dengan masyarakat sekitar, maka jelas akan kami mutasi itu,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Saefullah