Demo di Depan PN, Korban Penipuan Sipoa Minta KPK Awasi Persidangan

oleh -
Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) kembali menggelar aksi di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya
Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) kembali menggelar aksi di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

SURABAYA-Ratusan korban penipuan apartemen Sipoa Grup yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) kembali menggelar aksi di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Mereka menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun melakukan pengawasan langsung terhadap proses persidangan kasus Sipoa.

Dalam aksi ini, Massa FPMB juga membentangkan spanduk bertuliskan: ‘KPK harus turun tangan dalam persidangan Sipoa’. Juga sejumlah poster yang bertuliskan Tee Teguh Kinarto, salah satu pemegang saham PT Bumi Samudra Jedine, yang merupakan perusahaan di bawah naungan PT Sipoa Group.

Dalam orasinya, FPMB meminta agar KPK turun tangan mengawasi sidang kasus penipuan dan penggelapan Sipoa dengan terdakwa Budi Santoso dan Klemen Sukarno Candra. Massa juga mendesak majelis hakim sidang kasus Sipoa bekerja secara profesional.

Terlebih lagi FPMB mencium adanya pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi keputusan majelis hakim. “Ada hakim yang diduga menutup-nutupi kedok dari dalang atau otak kasus penipuan Sipoa,” kata salah satu orator dalam aksi tersebut, Rabu (26/9/2018).

Sementara itu, Muhammad Aldo, salah satu korban Sipoa juga turut hadir pada unjuk rasa yang mengaku telah menyurati semua pihak. “Saya sudah mengirim surat ke presiden, wakil presiden, staf presiden, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan kepolisian. Tapi tidak ada respon sama sekali, saya harus bagaimana lagi?,” katanya.

Karena tidak mendapat respon, Aldo pun mendesak agar KPK menyelidiki proses persidangan kasus Sipoa di PN Surabaya. Bahkan, Aldo bersama para korban lainnya berencana akan mendatangi KPK serta institusi lain secara langsung.

“Saya ingin KPK menyelidiki sidang Sipoa. Saya akan mengantar sendiri surat ini ke KPK minggu depan,” ujar Aldo. Aksi ini merupakan ketiga kalinya yang dilakukan FPMB. Mereka menuntut agar seluruh aparat penegak hukum mengusut tuntas dalang dan otak dari kasus Sipoa. @VIN