Demi Jakarta, Anies Jangan Maju Pilpres

oleh -
Ilustrasi Pilpres 2019

JAKARTA-Nama Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam beberapa hari terakhir masuk dalam bursa partai. Namun, banyak pihak yang tetap menyarankan agar Anies tetap di Jakarta dan tidak tergiur serta bisa berkomitmen dengan janjinya menyelesaikan sengkarut persoalan Jakarta hingga akhir masa jabatannya.

“Pak Anies itu harus menahan diri, jangan terpancing oleh keinginan kelompok-kelompok yang ingin menjadikan dia sebagai tameng atau boneka untuk kepentingan pengusaha, pebisnis, atau kepentingan yang lain. Anies harus sadar itu. Jangan sampae dia diperalat oleh pemburu rente kekuasaan,” kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/7/2017).

Pangi mengatakan, Anies harus bisa menahan diri jangan terpancing dengan keinginan kelompok-kelompk untuk kepentingan, pengusaha, pebisnis dan kepentingan lainnya. Sebagaimana diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang paling getol mendorong Anies untuk maju dalam Pilpres mendatang. KOndisi ini, kata Pangi, menunjukkan ada kepentingan dari JK.

“JK juga tidak ingin kehilangan pengaruh bagaimana pun kepentingan bisnisnya juga harus jalan. Yang kita khawatirkan Anies gak sadar dia diperalat dengan kepentingan ini. Diperalat oleh cukong-cukong dan kepentingan-kepentingan kekuasaan bagaimana melancarkan memuluskan bisnis,” kata Pangi.

Dengan berada di Jakarta, artinya Anies tidak mengulangi peristiwa buruk sebelumnya, yakni tidak sepenuhnya menyelesaikan lima tahun kepemimpinan di DKI Jakarta. Sebagaimana diihat waktu Pilkada DKI Jakarta, effort energi yang digunakan untuk memilih Gubernur itu cukup besar, baik dari biaya pemilunya, pengorbanan masyarakat, terpeacah2nya masyarakat.

“Artinya untuk memilih beliau (Anies) bukan hal yang sepele. Berat tanggung jawabnya. Kalau beliau komitmen dengan janji-janjinya, beliau harus meninggalkan tradisi kutu loncat yang tidak menyelesaikan masa jabatan ini. Karena tradisi yang tidak baik, tradisi yang tidak perlu diteruskan. Tradisi bahwa yang dilakukan Jokowi pun salah sebetulnya,” jelas Pangi.

Pangi juga menyebut, jika Anies mengikuti tradisi pendahulunya (Jokowi) tentunya akan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat DKI. Jadi ada yang satu tahun, lompat, dua tahun lompat, ada yang tiga tahun lompat. Sampai kapan pemimpin kita tidak amanah dengan janji-janji politik.

“Dan yang kita pegang dari seseorang itu kan bukan omongan tapi perbuatannya. Kalau Anies pernah berjanji bahwa tidak akan meninggalkan Jakarta dan akan menyelesaikan jabatannya selama lima tahun. Ketika janji itu masih ada sampe sekarang dan masyarakat masih pegang janji itu, jadi blunder jadi bunuh diri kalau Anies memaksakan kehendak, yang dalam hal ini sekarang saya melihat sinyal-sinyal Anies sudah mulai tergiur untuk maju di Pilpres mendatang,” tambahnya. @VIN