Dapat Remisi, 11 Napi di Jombang Langsung Bebas

oleh -
Caption : Napi Lapas II B Jombang mendapat Remisi (obie/kabarjatim)
Caption : Napi Lapas II B Jombang mendapat Remisi (obie/kabarjatim)

JOMBANG-Merdeka, itulah harapan dan luapan kegembiraan yang selalu dihayati oleh Rakyat Indonesia. Tak terkecuali puluhan narapidana (Napi) di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Klas II B Kabupaten Jombang, Jumat (17/08/2018).

Dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, sebanyak 249 warga binaan Lapas Klas IIB Jombang, Jawa Timur, mendapat kenikmatan yang luar biasa. Para Napi ini mendapat remisi mulai dari potongan masa tahanan sau bulan hingga lima bulan dan langsung bebas.

Namun ada beberapa Napi yang tidak menikmati remisi yang diberikan pada Hari Kemerdekaan RI sebagai tanggung jawab negara kepada rakyatnya. Remisi ini tidak bisa dinikmati oleh dua orang Narapidana Teroris di Lapas setempat. Sehinga keduanya gagal mendapat potongan masa tahanan.

Menurut Kasie (Bmbingan narapidana/anak didik dan kegiatan kerja ( Binadik dan Giatja) Chotim Masrofi menjelaskan bahwa ada dua Napi yang gagal mendapat Remisi dengan sejumlah alasan. Mereka belum melengkapi persyaratan terkait pemberian remisi yakn tidak mau mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan mengikuti De Radikalisasi.

“Napiter bersangkutan enggan mengikuti upacara dan mengakui NKRI, padahal itu menjadi syarat. Dan yang kedua tidak mau mengikuti deradikalisasi, yang dilaksanakan disetiap Lapas. Sehingga mereka tidak mendapatkan remisi pada Hari Kemerdekaan Indonesia,” tutur Chotim Masrofi.

Napiter tersebut merupakan Napi titipan dari Mojokerto. Dan seorang lainnya adalah Napi yang ditangkap oleh Densus 88 beberapa waktu yang lalu. Keduanya berada dalam satu blok berbeda dengan warga binaan dengan kasus lainnya. Begitupun dengan pembinaan yang diberikan, selain kegiatan olahraga, pendidikan dan keterampilan, Napiter ini banyak diberikan wawasan kebangsaan.

Selain Napiter, terdapat juga Napi kasus korupsi mendapat remisi. Namun, harus dengan persyaratan sesuai dengan mekanisme UU yakni membayar denda. Mereka gagal mendapat remisi dikarenakan belum memenuhi syarat yang dipenuhi sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012 yang mengatur tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan Lapas.

Sementara, warga binaan lain yang mendapat remisi pada Hari Kemerdekaan RI ke 73 berasal dari beberapa kasus diantaranya kasus kriminal maupun Narkoba.

Mereka yang mendapat remisi merupakan warga Binaan yang berkelakuan baik selama menjalani masa pidana dan memenuhi sejumlah syarat lainya.

Sebanyak 249 Napi yang mendapat remisi di Lapas II B Jombang. Mereka yang mendapat remisi yakni, 143 napi ditambah 6 menjadi 149 mendapat remisi 1 bulan, sedangkan remisi 2 bulan untuk 58 napi, remisi 3 bulan untuk 30 napi, dan remisi 4 bulan untuk 11 napi dan remisi 5 bulan untuk 1 orang napi. Dari total jumlah ada 11 orang napi yang mendapat remisi langsung bebas,” pungkasnya.
@VIN