Cegah Penyebaran Omicron, Satgas Covid-19 Lakukan Tracing

Ilustrasi Covid (Pixabay)
Ilustrasi Covid (Pixabay)

SURABAYA-Setelah dipastikan dua warga Surabaya terpapar Covid-19 varian Omicron, pihak puskesmas segera melakukan tracing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Asta Triyono mengungkapkan, Erwin menyebut temuan kasus pertama Covid-19 varian B.1.1.529 (Omicron) ini terdeteksi pada seorang warga Surabaya berinisial TYC. Ia diketahui baru berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama 5 hari bersama suaminya menggunakan kendaraan pribadi.

“Dinkes Jatim telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron berdasarkan hasil pemeriksaan whole-genome sequencing (WGS) yang keluar pada tanggal 2 Januari 2022,” katanya dalam rilis tertulis yang diterima, Senin (3/1/2022).

Selanjutnya, puskesmas setempat melakukan tracing dengan melakukan swab RT-PCR pada Kontak Erat (KE) pasien TYC yaitu pada 1 KE serumah dengan hasil negatif. Kemudian 4 KE keluarga dengan hasil 1 positif (inisial TGO) dan 3 lainnya negatif, serta 10 KE tetangga dengan hasil negatif.

Baca Juga  Upaya Satgas Covid-19 Jatim Antisipasi Covid-19 Varian Emicron

Kontak erat dari pasien TYC telah melakukan karantina di rumah selama 14 hari sejak 28 Desember 2021 dibawah pengawasan puskesmas dan Satgas COVID-19 wilayah setempat. Sehingga dipastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan karantina secara disiplin.

“Dengan ditemukannya kasus Omicron tersebut, Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinkes Surabaya untuk pelaksanaan surveilans ketat pada kasus sesuai protokol penanganan varian Omicron, lalu memastikan pelaksanaan pemantauan karantina pada KE dilakukan sampai tuntas serta memastikan pelaksanaan swab ulang kepada seluruh KE yang teridentifikasi dengan metode RT-PCR.” Tegasnya.

Terkait dengan temuan ini, dokter Erwin pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi Covid-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia. “Serta tidak perlu bepergian ke luar daerah jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: