Cegah Korupsi, Kepala Desa Harus Paham Hukum

oleh -

BONDOWOSO – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Bondowoso memberikan pelatihan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pemerintah tingkat Desa di ruang Shababina, Selasa (27/11/2018).

Kali ini, tim Saber Pungli menggelar workshop pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan 100 aparatur desa yang melibatkan dua Kecamatan. Yaitu Kecamatan Taman Krocok dan Wonosari, meliputi Kepala Desa, Sekertaris Desa, Bendahara, Kepala Dusun dan kepala Seksi.

Ketua Bidang Administrasi Umum Saber Pungli Bondowoso, Miftahul Ulum, menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali seluruh aparatur desa maupun instansi lain agar berupaya menghindari praktek-praktek korupsi mau pun pungutan liar. Dalam worshop tersebut, peserta diberikan pemahaman seputar cara pengelolaan anggaran dengan baik dan tepat sasaran.

“Mengingatkan kembali agar seluruh aparatur desa menjauhi praktik-praktik pungli. Agar kasus OTT seperti yang terjadi di Dispenduk Jember itu tidak terjadi di sini,” ungkapnya pada Kabarjatim.com

Ia mengimbau kepada seluruh aparatur desa untuk benar-benar mempelajari hukum secara seksama. Karena menurutnya, pelanggaran hukum kadang-kadang terjadi bukan karena dilandasi oleh unsur kesengajaan, melainkan karena ketidakpahaman terhadap aturan itu sendiri.

“Saya ingin Desa betul-betul memahami hukum. Karena terkadang melanggar bukan karena sengaja, tapi karena unsur tidak paham akan aturan sehingga melanggar,” tambahnya.

Pada tahun 2018, tim Saber Pungli telah melangsungkan workshop sebanyak delapan kali. Selain Pemerintah Desa, juga telah dilakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Dinas Kesehatan. Tim saber pungli telah mencanangkan akan menggelar tiga kali lagi di Bulan Desember.