Cari Investor, Pemkot Surabaya Sewakan Gedung Hitech Mall Rp 18,5 M

oleh -

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menunggu calon investor serius yang bersedia mengelola dan menyewa gedung Hi-Tech Mall, Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Penyewa harus siap menggelontorkan dana segar senilai Rp 18,5 Milliar sebagai tanda jadi biasa sewa pusat perbelanjaan ikonik ini.

Pemkot Surabaya masih menunggu pihak ketiga untuk mematangkan konsep baru pengelolaan Hitech Mall. Nantinya, aktivitas perdagangan terutama para pedagang paguyuban tetap dipertahankan sekaligus akan dibangun pula gedung pusat kesenian.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengungkapkan, pihaknya memutuskan bahwa pengelolaan eks gedung Hitech Mall tidak akan dikelola sendiri pemkot. Melainkan, akan menggandeng pihak ketiga sebagai penyewa sekaligus manajemen gedung dengan sejumlah persyaratan tertentu. Hal ini sesuai saran yang diberikan tim ahli, kejaksaan Surabaya juga kepolisian.

“Sesuai saran mereka jadi agar tidak terbengkalai lagi. Selain itu fungsi pemkot juga sebagai pelayanan masyarakat bukan pengelolaan bisnis,” ujar Yayuk, sapaan akrabnya.

Namun demikian, pemkot hingga kini masih kesulitan menunggu pihak ketiga yang bersedia menjadi Penyewa gedung dengan sesuai beberapa ketentuan.

“Kita sampai saat ini masih menunggu pihak ketiga atau penyewa gedung tersebut. Sempat ada satu pihak yang mengajukan tapi tidak menyepakati harga sewa yang ditawarkan,” ujarnya.

Menurut Yayuk, besaran sewa senilai Rp 18,5 miliar sudah harga baku dan tidak bisa ditawar lagi. Besaran harga itu sendiri sudah disesuaikan lewat kajian ahli. “Nilai sewanya yang sudah dihitung oleh penilai publik independen, senilai Rp 18.515.000.000 per tahun. Nilai ini sangat wajar bagi kami. Jangka waktu sewanya 5 tahun dan boleh diperpanjang lagi,” kata dia.

Yayuk menjelaskan, nantinya yang akan disewakan itu 75 persen dari gedung itu, atau seluas 56.559 meter persegi. Sedangkan 25 persennya lagi akan digunakan oleh Pemkot Surabaya untuk menjadi pusat kesenian atau gedung kesenian. “25 persen yang akan digunakan itu letaknya di sisi kanan depan, mulai dari lantai bawah sampai lantai atas,” tegasnya.

Menurut Yayuk, total luas tanah eks gedung Hi-Tech Mall itu 31.201 meter persegi. Sedangkan total luas bangunan gedungnya 75.412 meter persegi. Gedung itu terdiri dari 5 Lantai, yang terdiri dari lantai Basement seluas 18.601 meter persegi, lantai 1 seluas 20.414 meter persegi, lantai 2 seluas 18.385 meter persegi, lantai 3 seluas 18.226 meter persegi, dan lantai 4 seluas 18.396 meter persegi.

Dengan sistem ini diharapkan para pelapak sebanyak 354 pedagang akan tetap terakomodir untuk berjualan. Mereka harus membuat surat pernyataan yang juga dilampiri fotocopy KTP dan foto copy perjanjian terakhir dengan pengelola gedung sebelumnya.

“Sekarang pedagang ini hanya membayar pemakaian listrik dan air. Bayar langsung, tidak ke pemkot. Mereka juga belum dikenai biaya sewa sampai ada pihak ketiga atau penyewa,” tambah Yayuk.

“Kami harap 2019 ini sudah ada yang menyewanya, supaya gedung kesenian itu juga segera dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya,” tandasnya.(Noe)