Cara Menjawab Pertanyaan Anak Seputar Virus Corona

oleh -

Salah satu senjata untuk memutus peredaran wabah Corona (Covid-19) adalah Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Penerapan WFH perlu didukung oleh seluruh anggota keluarga termasuk memberikan pemahaman pada anak-anak.

Berikut Maya Sita Darlina, GM Human Capital Dompet Dhuafa, membagikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengedukasi anak-anak terkait WFH akibat virus Corona:

Sebelum memberikan edukasi pada anak anak terkait WFH, maka orang tua perlu memahami terlebih dahulu bahwa: virus Corona ini dapat menyebabkan dampak psikologis termasuk pada anak anak. Di antara menimbulkan rasa cemas.

Pada anak, perilaku saat cemas dapat terlihat seperti saat mereka mengurung diri, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, mudah marah, sulit fokus, sedih berlebihan atau merasakan psikosomatis (yaitu sakit fisik yang timbul karena kondisi psikisnya terganggu).

Dengan demikian orang tua dapat menyusun strategi yang tepat dalam mengomunikasikan Corona dan dampak-dampaknya disesuaikan dengan karakteristik anak anaknya.

Cari waktu atau kesempatan untuk menjelaskan pada anak mengenai apa yang terjadi. Uraikan dengan jelas, konkret dan mudah dipahami sesuai kemampuan berpikir anak. Hindari menakut-nakuti atau membohongi.

Berikan informasi dan komunikasikan hal-hal terkait WFH yang dilakukan orangtuanya kepada anak dengan cara-cara yang dapat dipahami anak. Beberapa informasi penting yang perlu disampaikan kepada anak adalah:
Sampaikan mengapa WFH ini perlu dilakukan oleh setiap keluarga.

Diawali dengan menyampaikan bagaimana pola penyebaran corona, lalu sampaikan bahwa Langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran dan penularan virus Corona adalah dengan orangtua melakukan WFH.

“Perlu juga menyampaikan dampak positif apa saat orang tua melakukan WFH dalam kondisi wabah Corona masih berjangkit kepada anak anak. Dengan WFH memungkinkan interaksi keluarga dapat lebih erat. Jika orangtua ada di rumah dan anak merasa cemas dengan adanya virus Corona ini, orang tua bisa segera mengetahui kondisi anak dan membantu anak untuk melewati perasaan tidak nyamannya,” tutup Maya.